Bisnis

BI Proyeksi Transaksi LCT Capai US$55 Miliar Akhir 2026

Avatar of Sulsel Times
0
×

BI Proyeksi Transaksi LCT Capai US$55 Miliar Akhir 2026

Sebarkan artikel ini
BI Proyeksi Transaksi LCT Capai US$55 Miliar Akhir 2026
BI Proyeksi Transaksi LCT Capai US$55 Miliar Akhir 2026
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 26/10/2026 — Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) mencapai US$55 miliar hingga akhir 2026.

Ringkasnya…
  • Bank Indonesia proyeksi transaksi LCT mencapai US$55 miliar akhir 2026
  • Realisasi transaksi LCT tahun 2025 tercatat sekitar US$25 miliar
  • Gubernur BI Destry Damayanti menyebut China sebagai mitra utama peningkatan transaksi LCT
  • BI telah menjalin kerja sama LCT dengan tujuh negara
  • Singapura dan India menyatakan minat bergabung dalam kerja sama LCT
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Angka proyeksi tersebut lebih dari dua kali lipat dibanding realisasi sepanjang tahun 2025 yang tercatat sekitar US$25 miliar.

Scroll Kebawah
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut, peningkatan transaksi LCT terutama didorong oleh kerja sama dengan China yang merupakan salah satu mitra utama Indonesia.

“Dan saat ini transaksinya sudah mencapai sekitar, perkiraan akhir tahun ini US$55 miliar, padahal tahun lalu itu baru sekitar US$25 miliar, mainly adalah dari China, itu sangat besar,” kata Destry Damayanti, Gubernur Bank Indonesia, Senin, 26/10/2026.

Menurutnya, penggunaan mata uang lokal dalam transaksi ekspor, impor, dan investasi merupakan upaya BI untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Diversifikasi mata uang dalam transaksi internasional juga diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global.

“Dengan adanya diversifikasi dari penggunaan mata uang untuk transaksi ekspor, impor ataupun investasi tentu nantinya ini akan mengurangi penggunaan juga dolar AS sehingga juga nilai tukar kita juga akan bisa lebih balance,” jelas Destry.

Kerja sama LCT dengan Tujuh Negara

Bank Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan sekitar enam hingga tujuh negara melalui pendekatan bilateral dengan sejumlah mitra dagang Indonesia.

Tujuh negara yang sudah bekerjasama dalam LCT adalah Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Destry menambahkan bahwa Singapura sudah menyatakan minat untuk bergabung dalam kerja sama LCT, sementara QRIS sudah diterapkan.

India juga berminat menjalin kerja sama LCT sekaligus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara.

Beberapa bank sentral negara lain juga mulai menghubungi BI untuk menjajaki peluang kerja sama serupa.

“Singapura mereka mau gabung LCT, QRIS sudah. India dia mau gabung QRIS dan juga LCT. Jadi ini masih terus berlangsung beberapa negara bahkan bank sentralnya approach ke kami,” ungkap Destry.

Perkembangan Transaksi LCT ke Depan

BI terus memperluas kerja sama LCT dengan sejumlah mitra dagang untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi penggunaan dolar AS dalam transaksi internasional.

Pengembangan kerja sama LCT bersama sejumlah bank sentral mitra masih berlangsung hingga kini.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *