Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 03/10/2026 — Anthropic, pengembang model AI Claude, mengakui risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia dalam prospektus IPO yang dilihat Reuters, Sabtu, 03/10/2026.
- Anthropic akui risiko eksistensial AI dalam prospektus IPO
- Pendapatan dari kontrak pemerintah kurang dari 1% dari total pendapatan tahunan
- Departemen Perdagangan AS pernah batasi ekspor model andalannya
- CEO Dario Amodei serukan perlambatan pengembangan AI
- FTC AS tengah selidiki perusahaan AI termasuk Anthropic
Perusahaan memperingatkan bahwa sikap pemerintah terhadap Anthropic dan teknologinya dapat berdampak luas, termasuk pada hubungan dengan pelanggan komersial dan mitra. Pengungkapan ini dinilai lebih luas dibanding perusahaan pada umumnya karena persepsi pemerintah terhadap perusahaan dinilai bisa merembet ke pelanggan, mitra, hingga peradaban.
Prospektus itu menyebut Anthropic pernah berinteraksi dengan pemerintah AS dalam setahun terakhir yang berpotensi merugikan bisnis. Pada Februari, Presiden AS memerintahkan lembaga federal berhenti menggunakan model Anthropic dan Departemen Pertahanan menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok keamanan nasional. Pada Juni, Departemen Perdagangan memberlakukan pembatasan ekspor global atas model-modelnya, yang kemudian dicabut.
Anthropic menyebut pendapatan dari kontrak badan pemerintah kurang dari 1% dari total pendapatan tahunannya. Perusahaan memperingatkan tindakan serupa bisa terulang dan merusak reputasi melalui pemberitaan negatif serta sorotan publik.
CEO Dario Amodei sebelumnya menyerukan agar industri memperlambat pengembangan AI menyusul laporan aktivitas peretasan oleh agen AI otonom. Amodei bertemu Presiden Donald Trump pekan lalu saat seruan regulasi AI menguat. Komisi Perdagangan Federal AS tengah menggelar penyelidikan lintas industri terhadap perusahaan AI, termasuk Anthropic.







