Bisnis

ADB Perkirakan Inflasi Indonesia Naik ke 3,3% pada 2026, Pertumbuhan Ekonomi 5,2%

Avatar of Sulsel Times
0
×

ADB Perkirakan Inflasi Indonesia Naik ke 3,3% pada 2026, Pertumbuhan Ekonomi 5,2%

Sebarkan artikel ini
ADB Perkirakan Inflasi Indonesia Naik ke 3,3% pada 2026, Pertumbuhan Ekonomi 5,2%
ADB Perkirakan Inflasi Indonesia Naik ke 3,3% pada 2026, Pertumbuhan Ekonomi 5,2%
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 23/09/2026 — ADB memproyeksikan inflasi Indonesia naik ke 3,3% pada 2026, sementara pertumbuhan ekonomi tetap diperkirakan 5,2% baik tahun ini maupun tahun depan.

Ringkasnya…
  • ADB memproyeksikan inflasi Indonesia 3,3% pada 2026, naik dari 3,0% pada outlook Juli
  • Pertumbuhan PDB diperkirakan 5,2% baik pada 2026 maupun 2027, tanpa perubahan dari estimasi sebelumnya
  • Inflasi tahun 2027 diproyeksikan 3,0%, naik dari 2,5% pada outlook Juli
  • Tekanan inflasi disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia dan dampak El Niño yang berkepanjangan
  • Pemerintah membiarkan harga bahan bakar nonsubsidi mengikuti pasar global, sementara harga bersubsidi tetap stabil
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Menurut laporan Asian Development Outlook (ADO) edisi September 2026, ADB mengoreksi prakiraan inflasi Indonesia untuk 2026 menjadi 3,3% dari sebelumnya 3,0%, sementara estimasi untuk 2027 naik menjadi 3,0% dari 2,5%.

Scroll Kebawah
Advertisement

“PDB diperkirakan tumbuh sebesar 5,2% baik pada 2026 maupun 2027, angka yang tidak berubah dari laporan ADO bulan Juli, sementara prakiraan inflasi direvisi naik dari 3,0% menjadi 3,3% untuk tahun 2026 dan dari 2,5% menjadi 3,0% untuk tahun 2027,” kata ADB dalam laporan terbaru, Rabu, 23/09/2026.

Faktor Penyebab Tekanan Inflasi

ADB menyebutkan bahwa tekanan inflasi di Indonesia terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah di pasar global yang terus berlanjut serta dampak fenomena El Niño yang memperpanjang masa kemarau di beberapa wilayah.

Kebijakan saat ini membiarkan harga bahan bakar nonsubsidi mengikuti fluktuasi pasar internasional, sementara harga bahan bakar bersubsidi tetap dijaga stabil oleh pemerintah.

Harapan untuk 2027

Meski tekanan inflasi tinggi pada 2026, ADB meninflasi akan mereda pada 2027 seiring penurunan harga komoditas energi dan penanganan dampak El Niño melalui koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia.

Cadangan beras yang memadai dan berbagai program pertanian diharapkan dapat menstabilkan harga pangan, sementara upaya irigasi, cadangan pangan, dan bantuan sosial akan memitigasi dampak cuaca ekstrem pada masyarakat rentan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *