Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 21/09/2026 — SR025 sukuk ritel menyedot 93.548 investor, jumlah tertinggi sepanjang penerbitan SBSN ritel, dengan mayoritas perempuan mencapai 56,66%.
- SR025 mencatat 93.548 investor, jumlah tertinggi sepanjang penerbitan SBSN ritel
- Perempuan mendominasi sebanyak 56,66% dari total investor
- Investor baru SBN mencapai 21.582 orang atau 23,07%
- Total penjualan mencapai Rp29,77 triliun
- Basis investor menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI Suminto mengungkapkan, pemerintah telah menetapkan hasil penjualan sukuk ritel SR025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 21.582 orang tercatat sebagai investor baru SBN atau setara 23,07% dari seluruh investor.
“SR025 mencatat 93.548 investor, jumlah tertinggi sepanjang penerbitan SBSN Ritel, dan volume penjualan tertinggi dalam 10 tahun terakhir,” ujar Suminto kepada CNBC Indonesia, Senin (21/09/2026).
Komposisi Investor dan Besaran Investasi
Basis investor SR025 menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia. Mayoritas berasal dari Gen Y atau Milenial sebesar 49,11%, dengan perempuan 56,66%. Pemesanan didominasi pegawai swasta sebesar 33,66%.
Secara nominal, hasil penjualan SBSN seri SR025 mencapai Rp29,77 triliun. Terdiri dari seri SR025T3 (tenor 3 tahun) sebesar Rp24,93 triliun dan SR025T5 (tenor 5 tahun) sebesar Rp4,83 triliun. Pemerintah mematok minimum pemesanan Rp1 juta untuk kedua seri. Batas maksimum berbeda, yakni Rp5 miliar untuk SR025T3 dan Rp10 miliar untuk SR025T5.
Tingkat Imbalan dan Skema Pembayaran
SR025T3 menawarkan imbalan tetap sebesar 6,80% per tahun, sementara SR025T5 menawarkan 6,90% per tahun. Kedua seri menggunakan skema fixed coupon yang dibayarkan setiap bulan pada tanggal 10. Apabila tanggal 10 jatuh pada hari libur, pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi tambahan.
Penerbit instrumen ini adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara dan proyek Kementerian/Lembaga dalam APBN 2026. Skema ini menyasar investor individu skala kecil hingga menengah, sejalan dengan upaya pemerintah memperluas basis investor ritel dalam negeri.







