Sulseltimes.com, Denpasar, Jumat, 28/08/2026 — PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali memperkuat layanan digital termasuk QRIS Cross-Border dan pengajuan kredit online untuk mendorong pertumbuhan bisnis di 2026.
- BPD Bali genjot layanan digital untuk pertumbuhan bisnis 2026
- QRIS Cross-Border terintegrasi dengan enam negara
- Pengajuan kredit UMKM dikembangkan secara online
- Direktur Operasional I Komang Wiratna Jaya jadi narasumber
- Diumumkan di Regional Bank Summit 2026 Batch 2
Bank BPD Bali terus mengembangkan ekosistem cashless guna memudahkan transaksi wisatawan domestik maupun mancanegara. Layanan QRIS Cross-Border menjadi fokus utama mengingat banyak pengunjung yang mengandalkan pembayaran berbasis QRIS.
“Kami terus mengembangkan layanan, dan terus mendorong transaksi layanan ke arah cashless. Kami juga sudah ada QRIS dan sudah cross border untuk memudahkan wisatawan di Bali,” kata I Komang Wiratna Jaya, Direktur Operasional Bank BPD Bali, Jumat, 28/08/2026.
QRIS Cross-Border Layani Enam Negara
Fitur QRIS Cross-Border di aplikasi BPD Bali Mobile kini terintegrasi dengan enam negara kawasan regional. Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Kemitraan dengan beberapa negara telah terealisasi, sementara yang lain masih dalam tahap penjajakan. Kehadiran fitur ini memungkinkan wisatawan mancanegara dan masyarakat Bali melakukan transaksi lintas negara langsung dari genggaman tangan.
Pengajuan Kredit UMKM Disingkat Secara Online
Di sisi lain, Bank BPD Bali mengembangkan internet banking bagi pengusaha dan UMKM agar lebih mudah mengakses pembiayaan. Proses pengajuan kredit pada fase awal dirancang dapat diselesaikan secara online tanpa harus datang ke kantor cabang.
“Kami sedang membangun untuk segmen kredit tertentu agar pengajuan pada fase awal secara online tanpa harus ke cabang dan mempermudah bisnis proses. Harapannya akan bisa bantu masyarakat dalam kebutuhan pembiayaan perbankan,” tegas Komang.
Keamanan transaksi tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan digital tersebut guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.















