Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 24/06/2026 — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong ekosistem inovasi digital bagi santri dan kader NU melalui Nahdliyin Innovation Summit (NIAS) 2026.
- Ekosistem inovasi digital untuk santri dan kader NU
- NIAS 2026 sebagai platform kolaborasi
- Lakpesdam PBNU dan BPIS sebagai penggagas
- Jakarta, 24 Juni 2026
- Memperkuat pemanfaatan teknologi digital di kalangan Nahdliyin
PBNU Dorong Ekosistem Inovasi Digital
PBNU melakukan sosialisasi dan diskusi di berbagai daerah untuk menyebarluaskan gagasan inovasi sekaligus menghimpun ide-ide kreatif dari kader NU.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah, Rabu, 24/06/2026.
“Kami ingin menghimpun ide-ide kreatif, aksi-aksi inovatif yang dimiliki kader-kader NU. Nantinya berbagai gagasan itu akan menjadi bagian dari Nahdliyin Innovation Summit (NIAS) 2026,” kata Ufi Ulfiah.
Menurutnya, inovasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu. Diperlukan ekosistem pendukung agar ide-ide tersebut dapat berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas.
NIAS 2026 Sebagai Platform Kolaborasi
NIAS diharapkan menjadi platform yang mempertemukan kader NU pemilik gagasan dan inisiatif kreatif dengan publik serta pemangku kepentingan.
Rektor ITB Tuban ini melanjutkan, dengan jumlah warga yang sangat besar, NU membutuhkan platform yang efektif dan efisien.
“Hal ini untuk memperkuat kolaborasi, pengembangan gagasan, serta pemanfaatan teknologi digital,” pungkasnya.
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU bersama Badan Pengembangan Inovasi Strategis (BPIS) menumbuhkan ekosistem inovasi digital di kalangan santri dan kader NU.
Salah satunya melalui rangkaian Road to Nahdliyin Innovation Summit (NIAS) 2026. Forum tersebut menjadi ruang bagi santri dan kader NU untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus menyiapkan diri menghadapi era digital.












