Sulseltimes.com, Pangkep, Kamis, 27/08/2026 — Cabang Hafalan Hadis pada MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 menguji hafalan serta pemahaman nilai hadis yang dikaitkan dengan tugas ASN.
- Cabang Hafalan Hadis MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 digelar di Pangkep
- 22 peserta diuji hafalan tajwid terjemahan dan pemahaman kandungan hadis
- Penilaian dikaitkan dengan nilai integritas pelayanan publik dan kepemimpinan ASN
- Dewan hakim dipimpin Prof Dr H Abustani Ilyas
- Peserta lolos penyisihan melanjutkan ke babak final
Peserta diuji tidak hanya menghafal tetapi memahami terjemahan kandungan dan hikmah hadis serta mengaitkannya dengan pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara.
Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Pusat PT Semen Tonasa Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Cabang ini diikuti 22 peserta terdiri 15 putra dan 7 putri dari berbagai daerah.
Penilaian terbagi tiga aspek yakni hafalan hadis maksimal 30 tajwid dan fashahah maksimal 20 serta terjemahan dan kandungan hadis maksimal 50. Peserta diuji melalui tiga hadis pada aspek hafalan lalu diminta menjelaskan terjemahan dan hikmahnya.
Dewan hakim terdiri atas Prof Dr H Abustani Ilyas sebagai Ketua Majelis merangkap penilai terjemahan dan kandungan Dr H Umi Husnul Khatimah menilai tajwid dan fashahah Dr H Ahmad Fudhaili menilai hafalan serta Dr Sanoso sebagai as-sā’il.
“Jangan dipahami bahwa tidak adanya bel menandakan hafalannya 100 persen benar. Belum tentu. Kami tetap mencermati hafalan Bapak dan Ibu semuanya” kata Prof Dr H Abustani Ilyas Ketua Majelis Hakim Kamis 27/08/2026.
Nilai Kepemimpinan dan Pelayanan Publik Mengemuka
Peserta putra nomor HNM 010 mengaitkan hadis kepemimpinan dengan tanggung jawab setiap ASN atas tupoksinya. Ia menegaskan setiap ASN adalah pemimpin atas tugasnya masing-masing.
“Setiap kita adalah pemimpin atas tupoksi kita masing-masing. Setiap ASN memiliki tugas atas lingkungan kerja masing-masing. Maka ini semua harus bisa kita laksanakan semaksimal mungkin” ujar peserta putra HNM 010 Kamis 27/08/2026.
Peserta putri nomor HNM 013 mengangkat nilai pelayanan publik melalui hadis tentang memberikan kemudahan. Ia menekankan pentingnya pelayanan sederhana komunikasi positif dan kolaborasi.
“Seorang ASN haruslah memberikan pelayanan kepada semua elemen dalam hal ini masyarakat untuk memberikan pelayanan yang mudah dan jangan memberikan pelayanan yang berbelit-belit” ujar peserta putri HNM 013 Kamis 27/08/2026.
Peserta lain mengangkat nilai integritas larangan meminta jabatan kejujuran tanggung jawab pemimpin kepedulian masyarakat dan kehati-hatian memperoleh harta. Nilai-nilai itu dikaitkan dengan menjaga integritas dan menghindari penyalahgunaan wewenang.
Seluruh peserta telah menyelesaikan babak penyisihan. Peserta yang lolos akan berkompetisi pada babak final Cabang Hafalan Hadis Nabi Muhammad SAW.









