Viral

Bocah 6 Tahun di India Meninggal Diduga Ditempa Guru, Polisi dan Pendidikan Bentuk Tim Khusus

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bocah 6 Tahun di India Meninggal Diduga Ditempa Guru, Polisi dan Pendidikan Bentuk Tim Khusus

Sebarkan artikel ini
Bocah 6 Tahun di India Meninggal Diduga Ditempa Guru, Polisi dan Pendidikan Bentuk Tim Khusus
Bocah 6 Tahun di India Meninggal Diduga Ditempa Guru, Polisi dan Pendidikan Bentuk Tim Khusus
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Visakhapatnam, Selasa, 25/08/2026 — Seorang bocah berusia enam tahun meninggal dunia diduga setelah mengalami kekerasan dari guru di sekolah swasta Little Garden School, Visakhapatnam, India.

Ringkasnya…
  • Bocah 6 tahun meninggal diduga pasca kekerasan guru
  • Korban: Pranay Teja, siswa Little Garden School
  • Lokasi: One Town, Visakhapatnam, India
  • Penyelidikan: Polisi dan komite pendidikan provinsi
  • Dampak: Keluarga menuntut keadilan, pemerintah bentuk tim khusus
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Korban, Pranay Teja, dinyatakan meninggal saat tiba di Rumah Sakit King George (KGH). Keluarga menduga ia sempat dipukul guru menggunakan tongkat karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).

Scroll Kebawah
Advertisement

Menurut keterangan ayah korban kepada NDTV, Pranay berangkat sekolah dalam kondisi sehat. “Putra saya bangun dan bersikeras ingin pergi ke sekolah karena jadwal ujian mendekat,” kata ayah Pranay, Selasa, 25/08/2026.

Kronologi dan Dugaan Kekerasan

Beberapa jam setelah masuk sekolah, keluarga menerima kabar dari warga setempat, bukan dari pihak sekolah, bahwa terjadi insiden pada anaknya. Pranay kemudian dibawa ke KGH, namun dokter menyatakan ia telah meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Keluarga memperoleh rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan seorang guru memukul Pranay dengan tongkat. “Terlihat guru tersebut menakutinya dan memukulnya. Karena kaget dan takut, dia langsung pingsan,” kata ayah Pranay, Selasa, 25/08/2026.

Keluarga membantah dugaan kondisi kesehatan praeksisting. Ayahnya menegaskan Pranay masih bermain dengan ceria malam sebelumnya dan bangun sehat pagi hari. Keluarga juga mengklaim ada siswa lain yang pernah mengalami perlakuan serupa.

Tanggapan Resmi dan Penyelidikan

Pejabat Divisi Pendapatan (RDO) Dilip Chakravarthy mendatangi rumah sakit usai menerima laporan. Departemen Pendidikan Andhra Pradesh menilai kasus ini serius dan telah membentuk komite khusus.

Komite terdiri dari Direktur Gabungan Regional (RJD), Pejabat Pendidikan Distrik (DEO), dan RDO. Tugasnya memeriksa fakta secara menyeluruh serta mendorong program edukasi guru untuk interaksi lebih sensitif dan manusiawi.

Polisi telah mendaftarkan kasus dan memulai penyelidikan. Jenazah Pranay dikirim untuk pemeriksaan post-mortem guna mengetahui penyebab pasti kematian.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *