Bisnis

Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi

Sebarkan artikel ini
Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi
Bank Korea Waspada Inflasi, Suku Bunga Bisa Naik Lagi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 21/08/2026 — Bank Korea (BOK) membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan di tengah inflasi di atas target dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan.

Ringkasnya…
  • BOK membuka peluang kenaikan suku bunga
  • Suku bunga acuan 2,75%
  • Wakil Gubernur Senior Kwon Min-soo
  • Rapat kebijakan 27 Agustus
  • Inflasi di atas target 2%
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Bank sentral Korea Selatan menegaskan keputusan pengetatan kebijakan akan diambil secara hati-hati dan fleksibel. Pertimbangan utama meliputi tren inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta stabilitas keuangan.

Scroll Kebawah
Advertisement

Wakil Gubernur Senior BOK Kwon Min-soo mengatakan penentuan suku bunga harus mempertimbangkan manfaat dan efek samping bagi perekonomian. Ia menolak dikategorikan sebagai pejabat yang cenderung hawkish atau dovish.

“Saatnya untuk mengambil keputusan kebijakan dengan sangat hati-hati, dan fleksibel jika diperlukan,” kata Kwon Min-soo, Wakil Gubernur Senior Bank of Korea, Jumat, 21/08/2026.

“Saya tidak ingin diberi label hawkish atau dovish. Saya akan mengambil keputusan secara fleksibel berdasarkan data,” tambahnya.

Konteks Kebijakan Terkini

Pada Juli lalu, BOK menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen. Itu merupakan kenaikan pertama dalam 3,5 tahun.

Inflasi Korea Selatan saat ini masih berada di atas target 2 persen bank sentral. Di sisi lain, pemulihan ekonomi berlangsung lebih kuat didukung kinerja sektor semikonduktor.

Rapat kebijakan moneter berikutnya dijadwalkan pada 27 Agustus. Pasar memantau apakah BOK akan menaikkan bunga lagi atau menahan diri.

Faktor Nilai Tukar dan Risiko Eksternal

Nilai tukar won yang menguat tajam mendekati level tertinggi 11 bulan juga menjadi perhatian. Kwon menilai volatilitas mata uang dan faktor eksternal tetap perlu diperhitungkan.

Dengan suku bunga saat 2,75 persen, keputusan akhir akan bergantung pada perkembangan data inflasi, pertumbuhan, stabilitas keuangan, serta risiko eksternal mendatang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *