Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 18/08/2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 16 penyelenggara pinjaman daring (Pindar) memiliki tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) di atas 5% pada Juni 2026.
- 16 Pindar TWP90 di atas 5%
- Outstanding tumbuh 25,88% jadi Rp105,14 triliun
- Agregat TWP90 turun jadi 4,26%
- Laba industri naik 10,14% jadi Rp1,15 triliun
- OJK minta perbaikan dan ketat pengawasan
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan sebagian besar penyelenggara tersebut memiliki karakteristik pendanaan produktif.
Jumlah penyelenggara dengan TWP90 tinggi membaik dari posisi Mei 2026 yang mencatat 18 penyelenggara.
“OJK telah meminta Penyelenggara dengan TWP90 di atas 5% untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan dan terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap implementasinya,” kata Agusman, Selasa, 18/08/2026.
OJK dapat menetapkan penyelenggara tersebut dalam Status Pengawasan Intensif atau Pengawasan Khusus sesuai ketentuan yang berlaku.
Kondisi Agregat Industri Membaik
Outstanding pembiayaan Pindar tumbuh 25,88% secara tahunan (yoy) menjadi Rp105,14 triliun pada Juni 2026. Pertumbuhan itu sedikit lebih tinggi dibandingkan 25,60% yoy pada Mei 2026.
Di sisi lain, TWP90 agregat industri justru mengalami perbaikan. Angka TWP90 tercatat 4,26% pada Juni 2026, turun dari 4,42% pada Mei 2026.
Agusman menjelaskan TWP90 dipengaruhi kemampuan bayar debitur dan kualitas manajemen risiko penyelenggara. Oleh karena itu, penyelenggara didorong memperkuat credit scoring dan pengelolaan risiko.
Tekanan Profitabilitas Masih Terjaga
Tingginya pembiayaan bermasalah pada sebagian penyelenggara dapat menekan profitabilitas. Kenaikan kredit bermasalah meningkatkan beban dan menekan kinerja laba.
Namun, hingga Juni 2026 laba industri Pindar masih tumbuh. Laba meningkat 10,14% yoy menjadi Rp1,15 triliun.
“Tingkat pembiayaan bermasalah dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas Penyelenggara. Namun, hingga Juni 2026 industri Pindar tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba seiring dengan pertumbuhan penyaluran pendanaan,” kata dia.
OJK terus memantau implementasi perbaikan pada penyelenggara bermasalah guna menjaga stabilitas industri.







