Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 15/08/2026 — Transaksi komoditas emas menjadi penyangga perdagangan di bursa berjangka domestik di tengah volatilitas pasar, didorong prospek suku bunga The Fed dan minat pada saham teknologi AS serta perak.
- Emas jadi penyangga perdagangan bursa berjangka
- Prospek suku bunga The Fed jadi katalis emas
- Saham teknologi AS menarik trader lokal
- Harga perak naik signifikan
- Nino J. Limantara (Valbury Asia Futures) sebagai narasumber
Direktur Utama Valbury Asia Futures Nino J. Limantara menilai instrumen emas peran vitalnya menopang aktivitas trading saat ini. Ketidakpastian global membuat investor mencari safe haven.
Menurut Nino J. Limantara, Direktur Utama Valbury Asia Futures, Sabtu, 15/08/2026, harapan tertahannya kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral The Fed menjadi katalis positif bagi instrumen emas.
Prospek Saham AS dan Perak
Selain emas, prospek transaksi saham Amerika Serikat terutama sektor teknologi dinilai cukup menarik bagi trader bursa komoditas berjangka Indonesia. Minat ini muncul seiring dinamika pasar global.
Komoditas perak juga mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi di tengah ketidakpastian saat ini. Pergerakan perak sering berkorelasi dengan emas namun memiliki volatilitas lebih besar.
Kombinasi faktor makroekonomi seperti kebijakan The Fed dan performa saham AS besar menciptakan peluang diversifikasi bagi peserta pasar derivatif domestik.







