Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 14/08/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,13% ke level 6.301,77 pada perdagangan Kamis (13/8) di tengah aliran dana asing yang keluar pasca penghapusan 10 emiten dari indeks MSCI.
- IHSG turun 1,13% ke 6.301,77
- Investor asing net sell Rp1,39 triliun pasar reguler
- 10 emiten dikeluarkan dari indeks MSCI
- ELSA, INCO, EKAD catat perkembangan korporasi
- Rekomendasi saham dari Investasiku
Penutupan merah merata terjadi di seluruh 11 sektor dengan Basic Materials tertekan paling dalam 2,93%. Saham penggerak indeks seperti BBCA, MPRO, dan BBNI menguat namun tak mampu menopang tekanan jual luas.
Investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,39 triliun di pasar reguler dan Rp1,41 triliun di seluruh pasar. Arus keluar dana tersebut berkorelasi dengan penghapusan 10 emiten Indonesia dari indeks MSCI, terdiri dari satu emiten Global Standard dan sembilan emiten Small Cap. Dampaknya terlihat pada penurunan ETF EIDO 1,65% dan indeks MSCI Indonesia 0,33%.
Berlawanan dengan pasar domestik, bursa Amerika Serikat justru menguat. Dow Jones naik 0,13% ke 53.839, S&P 500 bertambah 0,65% ke 7.798, dan Nasdaq menguat 0,81% ke 26.803.
Perkembangan Korporasi ELSA, INCO, dan EKAD
Di tengah tekanan pasar, sejumlah emiten melaporkan perkembangan bisnis dan aksi korporasi. PT Elnusa Tbk (ELSA) terus mengembangkan kapabilitas divisi Geoscience & Reservoir Services (GRS) melalui penguatan teknologi akuisisi data seismic dan non-seismic.
Saat ini ELSA menguasai lebih dari 100 set surveying dan positioning, 250 set seismic drilling, lebih dari 25.000 channel recording, sembilan unit Vibroseis, satu kapal seismic Indonesia, 2.000 Ocean Bottom Nodes, 8.000 Onshore SmartSolo Nodes, serta 25.000 Onshore Stryde Nodes. Ekosistem supply chain terintegrasi didukung fasilitas seluas 4.505 meter persegi. Secara teknikal, saham ELSA bergerak dalam rentang Rp665 hingga Rp715.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan progres tiga proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) dalam Indonesia Growth Project. Proyek Pomalaa paling maju, mencapai hampir 100% per Juli 2026 dan memasuki tahap mechanical completion dengan kapasitas 120.000 ton MHP per tahun dan investasi US$3,40 miliar, ditarget selesai Desember 2026.
Proyek Bahodopi investasi US$1,40 miliar ditarget mechanical completion Maret 2027 dengan kapasitas 66.000 ton MHP per tahun. Proyek Sorowako investasi US$1,40 miliar kapasitas 60.000 ton MHP dijadwalkan pengembangan 2027-2028. Kontribusi keuangan proyek HPAL baru terlihat signifikan pasca tahap ramp-up dan utilisasi komersial.
PT Ekadharma International Tbk (EKAD) bersiap mengalami perubahan pengendali. Pemegang saham mayoritas PT Ekadharma Inti Perkasa (EIP) menandatangani Letter of Intent dengan Fujian Youyi Adhesive Tape Group Co., Ltd untuk akuisisi 51% saham atau sekitar 1,78 miliar saham. EIP saat ini menguasai 82,26% saham EKAD. Perseroan menyatakan LoI belum berdampak pada operasional, hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha. Nilai transaksi dan jadwal penyelesaian belum diungkapkan.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut rekomendasi trading dari Investasiku untuk perdagangan hari ini:
- EXCL: Buy area 2.590-2.620 | Target Price 2.660-2.700 | Stop Loss 2.470
- PNLF: Buy area 230-234 | Target Price 240-244 | Stop Loss 220
- HBAT: Buy area 216-220 | Target Price 226-230 | Stop Loss 204
- GPRA: Buy area 106-108 | Target Price 110-112 | Stop Loss 101
- ASPR: Buy area 158-160 | Target Price 163-167 | Stop Loss 150
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi di atas bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.











