Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 11/08/2026 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keuntungan yang diperoleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara nantinya akan disalurkan kembali ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Menteri Keuangan ungkap keuntungan BPI Danantara akan disalurkan ke APBN
- Pendapatan Danantara diklaim naik 400% dalam satu tahun, total aset BUMN sekitar US$1.000 miliar
- Purbaya Yudhi Sadewa dan Presiden Prabowo Subianto
- Jakarta, Selasa 11/08/2026
- Kontribusi Danantara ke APBN masih berupa ide dan menunggu audit
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 11/08/2026.
“Nanti kita lihat, itu baru ide, jadi kontribusi Danantara ke saya, yang saya tahu seperti itu,” ujar Purbaya.
Pernyataan ini terkait dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PP Nomor 10 Tahun 2025 mengenai Organisasi dan Tata Kelola Danantara yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aturan ini, holding investasi yang dibentuk untuk mendukung pembangunan nasional dan pelayanan publik dapat menerima penyertaan modal negara (PMN). Dukungan pemerintah dapat berasal dari dana tunai, barang milik negara, piutang negara kepada badan usaha milik negara (BUMN) maupun perseroan terbatas, hingga aset negara lainnya.
Pendapatan Danantara Diklaim Naik 400 Persen
Presiden Prabowo Subianto mengaku mendapatkan laporan bahwa pendapatan BPI Danantara melonjak hingga 400 persen. Capaian itu diperoleh dalam satu tahun setelah Danantara diluncurkan pada 2025.
Presiden meminta angka tersebut diverifikasi melalui audit menyeluruh.
“Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400%, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400%, 300% atau 200%, ini tetap peningkatan yang sangat signifikan dalam satu tahun bekerja,” kata Prabowo.
Target Kontribusi ke Kas Negara
Saat ini, Danantara memiliki total aset BUMN mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara Rp17.800 triliun. Danantara ditarget menghasilkan keuntungan minimal Rp800 triliun (US$50 miliar) per tahun ke kas negara.
Purbaya menegaskan rencana kontribusi Danantara ke APBN masih berupa ide. Mekanisme penyalurannya akan dilihat ke depan.















