Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 11/08/2026 — PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menggarap tiga proyek strategis termasuk akuisisi pabrik gula merah di Sragen dan pembangunan pabrik baru di Pandeglang serta Riau untuk memperkuat kapasitas produksi dan mendukung ketahanan gula nasional.
- PT Aman Agrindo garap tiga proyek strategis
- Akuisisi pabrik Sragen Rp350 miliar dan bangun pabrik Pandeglang serta Riau
- Andreas Utomo, Dirut PT Aman Agrindo Tbk
- Selasa, 11/08/2026, Jakarta
- Perkuat kapasitas produksi dan ekosistem gula terintegrasi
Perseroan menargetkan ketiga proyek tersebut mulai beroperasi secara bertahap sepanjang tahun ini.
Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk Andreas Utomo mengatakan proyek-proyek ini menjadi pendorong pertumbuhan bisnis ke depan.
“Ketiga proyek ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat kapasitas produksi secara bertahap sekaligus membangun ekosistem gula yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” kata Andreas, Selasa, 11/08/2026.
Detail Proyek di Pandeglang, Sragen, dan Riau
Di Pandeglang, Banten, Perseroan membangun pabrik gula baru dengan kapasitas giling 500 ton tebu per hari.
Pembangunan ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini.
Pabrik didukung pengembangan perkebunan pola inti-plasma dengan target awal 1.250 hektare dan potensi hingga 15.000 hektare.
Di Sragen, Jawa Tengah, Perseroan mengakuisisi pabrik gula merah yang sudah beroperasi dengan kapasitas 1.000 ton tebu per hari.
Pasokan bahan baku sepenuhnya berasal dari petani tebu pola plasma.
Nilai transaksi akuisisi diperkirakan mencapai Rp350 miliar.
Di Riau, Perseroan mengembangkan fasilitas pengolahan raw sugar menjadi gula kristal putih berkapasitas 600 ton per hari.
Fasilitas ini didukung potensi pengembangan perkebunan tebu seluas 5.140 hektare.
Dana IPO Sudah Terealisasi 98 Persen
Ekspansi didanai dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Agustus 2022.
Hingga Selasa, 11/08/2026, realisasi penggunaan dana mencapai Rp49,13 miliar atau 98 persen dari total dana bersih Rp50,34 miliar.
Sisa dana sekitar Rp1,22 miliar ditempatkan pada instrumen perbankan.
Andreas menegaskan pemanfaatan dana IPO adalah komitmen membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.
“Kami berkomitmen menjalankan seluruh rencana penggunaan dana secara transparan dan tepat sasaran agar dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan maupun pemegang saham,” tutup Andreas.







