Bisnis

Bank Jatim Dorong Sinergi KUB BPD Saling Menguntungkan di Regional Bank Summit 2026

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bank Jatim Dorong Sinergi KUB BPD Saling Menguntungkan di Regional Bank Summit 2026

Sebarkan artikel ini
Bank Jatim Dorong Sinergi KUB BPD Saling Menguntungkan di Regional Bank Summit 2026
Bank Jatim Dorong Sinergi KUB BPD Saling Menguntungkan di Regional Bank Summit 2026
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 08/08/2026 — Bank Jatim menekankan pentingnya kesepakatan visi misi dan sinergi saling menguntungkan agar Kelompok Usaha Bersama (KUB) antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) berjalan efektif.

Ringkasnya…
  • Bank Jatim dorong sinergi KUB BPD saling menguntungkan
  • Target modal KUB Rp 3 Triliun bukan satu-satunya penentu
  • Agus Haryoto Widodo dan Winardi Legowo
  • Regional Bank Summit 2026
  • Perlu kesepakatan visi misi dan sinergi ekosistem bisnis
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), Winardi Legowo, dalam Regional Bank Summit 2026 yang diselenggarakan CNBC Indonesia dengan tema Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional.

Scroll Kebawah
Advertisement

Menurut Winardi Legowo, keberhasilan KUB BPD tidak hanya ditentukan oleh tercapainya target modal Rp 3 Triliun. Faktor kunci lain meliputi modal, tata kelola, sistem, teknologi, serta sumber daya manusia (SDM).

Strategi Bank Jatim untuk Sukseskan KUB

Winardi Legowo menegaskan agar proses KUB berhasil, seluruh anggota harus sepakat terkait visi dan misi. Manfaat KUB harus dipastikan saling menguntungkan setiap anggota melalui sinergi ekosistem bisnis.

Direktur Utama Bank Jakarta serta Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, sebelumnya menyatakan kolaborasi antar BPD melalui KUB sangat relevan. Kolaborasi itu dapat memperkuat permodalan, mempercepat ekspansi bisnis, menciptakan efisiensi layanan digital, hingga penguatan SDM.

Agus Haryoto Widodo mengakui adanya tantangan. Di antaranya perbedaan visi dan kepentingan antar BPD, kesiapan modal dan teknologi, serta kekhawatiran hilangnya identitas BPD.

Sinergi BPD dan BPR Melalui Community Bank

Terkait kerjasama BPD dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) melalui skema Community Bank, BJTM melihat tantangan sinkronisasi target bisnis yang belum selaras dan memakan biaya.

Untuk mengatasinya, BPR dan BPD dapat berbagi segmen pasar dalam penyaluran kredit serta berkolaborasi di layanan digitalisasi. Bank Jakarta menilai potensi kerjasama itu cukup baik asalkan diletakkan dalam struktur yang tepat.

Agus Haryoto Widodo menambahkan BPR memiliki akses layanan ke segmen mikro sehingga bisa disinergikan dalam bentuk linked program. Skema itu tidak mengalihkan risiko satu pihak pada pihak lain.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *