Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 07/08/2026 — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan belum mengambil keputusan terkait rencana penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia.
- Pelindo tegaskan belum ada keputusan IPO
- Rencana IPO sempat disinggung Danantara
- General Manager Sekretariat Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi
- Jakarta, Jumat 07/08/2026
- Fokus perusahaan masih pada penguatan fundamental bisnis
Pernyataan ini disampaikan menyusul kabar yang menyebut Pelindo menjadi salah satu BUMN yang diproyeksikan melantai di bursa.
“Pelindo senantiasa mengikuti arahan dan kebijakan Danantara Indonesia serta berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait dalam setiap langkah strategis perusahaan. Hingga saat ini, belum terdapat keputusan terkait rencana maupun pelaksanaan initial public offering (IPO) Pelindo,” kata General Manager Sekretariat Perusahaan Pelindo Benny Ariyadi kepada CNBC Indonesia, Jumat, 07/08/2026.
Benny menambahkan, jika di kemudian hari ada kebijakan atau keputusan bersifat material, perusahaan akan menyampaikannya kepada publik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Apabila terdapat kebijakan atau keputusan yang bersifat material, perusahaan akan menyampaikannya kepada publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Fokus pada Penguatan Fundamental Bisnis
Untuk saat ini, Pelindo disebut masih memprioritaskan penguatan fundamental bisnis dan peningkatan kualitas layanan dibandingkan mempersiapkan aksi korporasi di pasar modal.
“Saat ini, Pelindo tetap berfokus pada penguatan fundamental dan kinerja operasional perusahaan, peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan, serta penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Kandidat IPO dari Danantara
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa Pelindo menjadi salah satu BUMN yang diproyeksikan untuk IPO.
Menurut Dony, selain Pelindo, perusahaan pelat merah lain yang masuk dalam daftar calon emiten antara lain PT Pupuk Indonesia (Persero), Angkasa Pura, dan PT Pegadaian (Persero).
Meski demikian, Dony menegaskan IPO bukan agenda jangka pendek. Danantara akan lebih dahulu menyelesaikan proses konsolidasi dan restrukturisasi BUMN, kemudian penguatan sumber daya manusia, budaya perusahaan, serta transformasi berbasis teknologi sebelum membawa perusahaan ke pasar modal.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut positif rencana tersebut. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai kehadiran BUMN dengan fundamental kuat akan memperluas pilihan investasi bagi investor sekaligus meningkatkan kapitalisasi pasar bursa.
Dengan demikian, meski nama Pelindo disebut sebagai salah satu kandidat IPO oleh Danantara, manajemen menegaskan hingga kini belum ada keputusan resmi terkait rencana maupun waktu pelaksanaan penawaran saham perdana. Fokus perusahaan masih diarahkan pada penguatan kinerja operasional dan penciptaan nilai jangka panjang.







