Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 05/08/2026 — Aplikasi Telegram sempat menghilang dari Apple App Store di sejumlah negara karena ditemukannya konten pelanggaran Child Sexual Abuse Material (CSAM), namun kembali tersedia setelah pengembang segera menghapus konten dan memblokir akun pelaku.
- Telegram hilang sementara dari App Store karena konten CSAM
- Telegram hapus 337.900 grup terkait CSAM pada 2026
- Pavel Durov, CEO Telegram, Apple
- Insiden terjadi baru-baru ini sebelum pemulihan
- Aplikasi kembali tersedia untuk diunduh
Pengguna iPhone dan iPad sebelumnya tidak dapat menemukan Telegram melalui pencarian di toko aplikasi Apple, meski pengguna lama tetap bisa menggunakan aplikasi. Telegram masih tersedia di Mac App Store dan Google Play Store untuk Android.
Penjelasan Apple dan Respons Telegram
Apple menjelaskan penghapusan dilakukan setelah peninjauan menemukan konten yang melanggar pedoman ketat perusahaan terkait CSAM. “Kami sempat menghapus Telegram dari App Store setelah peninjauan menemukan konten yang melanggar pedoman ketat kami yang melarang materi eksploitasi seksual anak,” kata Apple kepada 9to5Mac, Rabu, 05/08/2026.
Apple menambahkan bahwa aplikasi dipulihkan setelah pengembang segera menghapus konten yang dimaksud dan memblokir pengguna yang mengunggahnya. Telegram membenarkan telah memblokir akun terkait dan mengungkapkan telah menghapus lebih dari 337.900 grup dan kanal yang berkaitan dengan CSAM sepanjang 2026.
Modus Pemerasan Digital ala Pavel Durov
CEO Telegram, Pavel Durov, memberikan penjelasan lebih rinci melalui kanal Telegram pribadinya. Menurut Durov, insiden ini dipicu oleh aksi takedown extortionist atau pelaku pemerasan digital.
Durov menjelaskan pelaku memanfaatkan trik teknis dengan mengedit pesan lama di grup publik dan menyisipkan konten ilegal yang telah dimodifikasi menggunakan AI. Konten ini tidak muncul sebagai pesan baru, sehingga anggota grup tidak melihatnya dan tidak melaporkannya kepada moderator.
Pelaku kemudian langsung melaporkan konten tersebut ke Apple agar Telegram dianggap melanggar pedoman App Store. Durov menambahkan, pelaku biasanya meminta uang kepada pemilik grup. Jika permintaan tidak dipenuhi, mereka menyisipkan konten ilegal lalu melaporkannya untuk memicu penghapusan.
Modus seperti ini, kata Durov, dapat menjadi ancaman bagi semua aplikasi yang mengandalkan user-generated content. Ia menilai Apple bereaksi terlalu cepat dengan menghapus Telegram tanpa menghubungi perusahaan terlebih dahulu untuk memverifikasi laporan.
Bukan Pertama Kali Telegram Dihapus dari App Store
Ini bukan insiden pertama. Pada Februari 2018, Apple sempat menarik Telegram secara global setelah menemukan konten yang dianggap tidak pantas. Pada 2024, Apple menghapus Telegram dari App Store China bersama WhatsApp, Threads, dan Signal setelah perintah regulator setempat.
Dalam kasus terbaru ini, Telegram hanya menghilang sementara. Setelah konten dilaporkan dihapus dan akun pelaku diblokir, Apple mengembalikan aplikasi sehingga kembali dapat diunduh oleh pengguna.















