Sulseltimes.com, Shanghai, Rabu, 22/07/2026 — China Meteorological Administration (CMA) memperkenalkan versi terbaru AI Mazu untuk prediksi bencana cuaca ekstrem di World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026.
- CMA luncurkan AI Mazu versi terbaru
- Memprediksi banjir, badai, gelombang panas, angin kencang
- Digunakan 40+ negara via cloud
- Disesuaikan per geografis negara
- WAIC 2026 Shanghai
AI Mazu Gabungkan Data Satelit dan Model Kecerdasan Buatan
Mazu mengintegrasikan data pengamatan satelit meteorologi Fengyun milik China.
Data tersebut dianalisis menggunakan model AI Fenglei, Fengqing, dan Fengshun.
Sistem menghasilkan prakiraan dan peringatan dini cuaca ekstrem secara akurat.
Perangkat pemantauan mengukur suhu, tekanan udara, dan jarak pandang serta menerima data satelit langsung.
Seluruh data diproses AI membentuk sistem terpadu pemantauan, peringatan, penyebaran informasi, hingga respons bencana.
Sudah Diimplementasikan di Lebih dari 40 Negara
Mazu pertama kali diperkenalkan 2025 dan terus dikembangkan hingga versi terbaru di WAIC 2026.
Layanan berbasis cloud telah dimanfaatkan lembaga meteorologi dan penanggulangan bencana di lebih dari 40 negara dan wilayah.
Setiap negara mendapat versi Mazu yang disesuaikan kondisi geografis dan ancaman bencana.
Contohnya Djibouti difokuskan pada pemantauan gelombang panas dan peringatan angin kencang di kawasan pelabuhan.
Pakistan memanfaatkan AI ini untuk melindungi hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan.
CMA Perkenalkan Mazu-FengYun Satellite AI Box
Perangkat baru menggabungkan kemampuan satelit Fengyun dengan AI untuk lembaga meteorologi berbagai negara.
Langkah ini mengubah peran Mazu dari berbagi data prakiraan menjadi penyedia kemampuan AI analisis dan peringatan dini.
Teknologi juga disesuaikan untuk sektor transportasi, energi, pertanian, hingga ekonomi penerbangan rendah.
Kesiapan Global Menghadapi Cuaca Ekstrem
“Setiap negara dapat memperoleh versi Mazu yang disesuaikan dengan karakteristik geografis serta jenis bencana yang umum terjadi,”
kata You Yang, staf Shanghai Meteorological Bureau, Rabu, 22/07/2026.
Implementasi di Nigeria dan Ethiopia juga dirancang untuk mengurangi dampak ekonomi akibat bencana.
CMA berkomitmen membuka teknologi ini untuk negara lain, tidak terbatas di China saja.












