Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 16/07/2026 — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap penumpang KLM Nurul Salsa yang mengalami musibah di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Sebanyak 46 orang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, dan 27 orang lainnya masih dalam pencarian.
- 46 orang selamat
- 1 orang meninggal
- 27 orang masih dicari
- Perairan Kepulauan Selayar
- Tim gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan dikerahkan
Kronologi Kecelakaan KLM Nurul Salsa
Kapal KLM Nurul Salsa berangkat dari Pelabuhan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, menuju Pelabuhan Benteng. Kapal mengalami insiden di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.
Hingga pembaruan data dari Posko Informasi Kecamatan Pasimasunggu, sebanyak 46 orang telah dievakuasi dengan selamat. Korban selamat terdiri dari 33 penumpang, 7 anak buah kapal (ABK), dan 6 penumpang yang lebih dulu dievakuasi oleh kapal nelayan ke Pulau Polassi.
Satu penumpang atas nama Salmawati dinyatakan meninggal dunia.
Pernyataan Resmi Kapolres dan Tim SAR
Kami turut berduka cita atas musibah ini, kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, Kamis, 16/07/2026. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Didid memastikan seluruh personel akan terus bekerja maksimal bersama Basarnas, TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, ujarnya.
Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Alimuddin mengatakan masih ada 27 orang yang belum ditemukan. Sebanyak 17 orang merupakan penumpang yang tercatat dalam manifes kapal.
Data korban masih terus diperbarui berdasarkan hasil validasi antara manifes kapal, hasil evakuasi, keterangan awak kapal, serta laporan masyarakat, ungkap Suardi. Ia menambahkan jumlah maupun identitas penumpang masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan.
Selain 17 penumpang dalam manifes, terdapat 10 orang yang dilaporkan masyarakat diduga ikut berlayar tetapi tidak tercantum dalam manifes. Nama-nama yang belum ditemukan termasuk Cia, Bau Intang, Sahrul Amin, dan lainnya.
Operasi SAR Melibatkan Banyak Unsur
Operasi SAR masih dilakukan di perairan barat Pulau Polassi. Tim gabungan melibatkan KRI Marlin-877, Basarnas Sulsel, Satpolairud Polres Kepulauan Selayar, Pos TNI AL, pemerintah daerah, serta kapal-kapal nelayan.
Evakuasi dimulai setelah laporan kecelakaan laut diterima. Personel Satpolairud bergerak menuju Pelabuhan Appatanah untuk bergabung dengan Basarnas. Pada hari sebelumnya, tim SAR masih menunggu armada kapal berukuran lebih besar karena gelombang tinggi akibat angin musim timur.
KLM Harapan Kita kemudian diberangkatkan dari Pelabuhan Jampea menuju titik pencarian di sekitar Pulau Polassi untuk memperkuat operasi penyelamatan.
Proses pencarian terus berlangsung hingga seluruh korban dapat ditemukan. Masyarakat diminta mendukung tim gabungan yang sedang melaksanakan operasi kemanusiaan ini.







