Berita

Sulsel Kebagian 62,54 Km Inpres Jalan Daerah, Telan Anggaran Rp258,17 Miliar

Avatar of Sulsel Times
1
×

Sulsel Kebagian 62,54 Km Inpres Jalan Daerah, Telan Anggaran Rp258,17 Miliar

Sebarkan artikel ini
Sulsel Kebagian 62,54 Km Inpres Jalan Daerah, Telan Anggaran Rp258,17 Miliar
Sulsel Kebagian 62,54 Km Inpres Jalan Daerah, Telan Anggaran Rp258,17 Miliar
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 24/06/2026 — Pemerintah Pusat meresmikan program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2025 yang mengalokasikan perbaikan jalan sepanjang 62,54 kilometer di Sulawesi Selatan. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp258,17 miliar dari APBN.

Ringkasnya…
  • 62,54 kilometer jalan
  • Rp258,17 miliar APBN
  • 20 kabupaten/kota di Sulsel
  • Peresmian program IJD 2025
  • Membuka akses dan pemerataan pembangunan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Peresmian IJD 2025 di Sulsel

Presiden Prabowo Subianto meresmikan program IJD 2025 di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pemprov Sulsel beserta jajaran terkait mengikuti acara ini melalui konferensi video dari Kantor Gubernur Sulsel.

“Indonesia adalah negara sangat besar, dengan wilayah yang sangat luas, dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” ujar Prabowo, Rabu, 24/06/2026.

Proyek IJD 2025 untuk Sulsel menelan total anggaran Rp258.175.110.000 dari APBN.

Secara nasional, program ini mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di berbagai daerah dengan anggaran Rp5,41 triliun.

Manfaat dan Dampak bagi Sulsel

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulsel Andi Ihsan menyebut pembangunan jalan tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik.

“Melalui program ini, pemerintah pusat tidak hanya membangun jalan, tetapi juga membuka akses, menghadirkan pelayanan yang lebih baik, serta mendorong pemerataan pembangunan bagi masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah-daerah terpencil,” katanya, Rabu, 24/06/2026.

Dia menambahkan, pengerjaan infrastruktur ini akan memberikan dampak langsung bagi sektor pertanian, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan di Sulsel.

“Pekerjaan jalan ini memberikan manfaat besar bagi pendidikan dan pelayanan kesehatan. Selain itu, sektor pertanian juga mendapatkan manfaat karena distribusi hasil produksi menjadi lebih cepat sehingga harga dapat lebih terjaga,” tambah Andi Ihsan, Rabu, 24/06/2026.

Proyek Prioritas dengan Anggaran Terbesar

Beberapa proyek dengan nilai anggaran terbesar di antaranya peningkatan jalan Soro–Labata di Kabupaten Wajo senilai Rp20,15 miliar.

Peningkatan jalan koridor I di Kabupaten Sinjai sebesar Rp19,93 miliar.

Perbaikan jalan Kalamassang–Moti di Kabupaten Bantaeng senilai Rp19,77 miliar.

Sebanyak 17 daerah lain di Sulsel yang kebagian alokasi ini meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Takalar, Jeneponto, Barru, Bone, Bulukumba, Kepulauan Selayar, Pinrang, Soppeng, Sidenreng Rappang, Toraja Utara, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Kota Parepare, dan Palopo.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel Indra Cahya Kusuma menjelaskan seluruh usulan pembangunan jalan berasal dari pemerintah daerah berdasarkan kebutuhan mendesak.

Proses penentuan skala prioritas dilakukan secara ketat melalui Sistem Informasi Terpadu Infrastruktur Daerah (SITIA).

“Seluruh usulan berasal dari pemerintah daerah dan didasarkan pada kebutuhan yang mendesak untuk mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat,” urai Indra, Rabu, 24/06/2026.

Sisa usulan daerah yang belum terealisasi pada tahun 2025 akan terus dioptimalkan hingga akhir 2026.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *