Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 18/06/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,78% ke level 6.172,34. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia dan ketidakpastian global menjelang pengumuman MSCI.
- IHSG turun 48,4 poin atau -0,78% ke 6.172,34
- Nilai transaksi Rp17,86 triliun, 23,55 miliar saham
- 445 emiten turun, 271 naik, 243 stagnan
- Tiga pemberat utama: BBRI, TLKM, BBCA
- BI Rate naik 25 bps menjadi 5,75%
- Rupiah menguat 0,17% ke Rp17.700/US$
Penyebab Pelemahan IHSG
IHSG sempat anjlok lebih dari 2% pada sesi pertama dan menyentuh level terendah harian di 6.073,72. Menjelang akhir perdagangan, koreksi terpangkas hingga level tertinggi 6.197,17.
Kapitalisasi pasar bursa tergerus menjadi Rp10.740 triliun. Tiga emiten pemberat utama adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) minus 18,82 poin, Telkom Indonesia (TLKM) minus 18,79 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) minus 18,74 poin.
Kenaikan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor utama. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.
“Kenaikan ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global,” kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, Kamis, 18/06/2026.
Perry menambahkan kebijakan moneter ini juga bertujuan menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1%.
Dampak Terhadap Rupiah dan Sentimen Global
Rupiah ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.700 per dolar AS. Penguatan ini membalikkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya.
Pelaku pasar masih menanti hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan rilis pada Jumat, 19/06/2026. Tinjauan tahunan ini berpotensi memicu penyesuaian portofolio investor global dan meningkatkan volatilitas di akhir pekan.
Selain itu, MSCI Annual Market Classification Review akan diumumkan pada Rabu, 24/06/2026. Keputusan ini krusial karena menentukan apakah Indonesia tetap berada di kategori Emerging Market atau berisiko turun ke Frontier Market.
Prospek dan Kewaspadaan
Investor disarankan mencermati hasil review MSCI dan kebijakan moneter ke depan. Volatilitas diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek seiring ketidakpastian global dan respons pasar terhadap suku bunga.
Tekanan terhadap IHSG dapat berlanjut jika rupiah kembali melemah atau hasil review MSCI tidak sesuai ekspektasi. Pemantauan terhadap pergerakan saham berkapitalisasi besar menjadi kunci.







