Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, Mei 16, 2026 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan mencatat peningkatan jumlah investor kripto di Makassar sebesar 30% dalam setahun terakhir, didorong oleh minat generasi muda terhadap aset digital.
“Masyarakat harus memahami risiko sebelum berinvestasi,” kata Ahmad Fauzi, Kepala OJK Sulawesi Selatan, Sabtu, Mei 16, 2026 pukul 5:35 am.
- Jumlah investor kripto di Makassar naik 30% dalam setahun
- OJK dan pemerintah daerah gencar melakukan literasi keuangan digital
- Generasi muda mendominasi pasar kripto, butuh pemahaman risiko
- Data dari OJK Sulsel per Maret 2026
- Literasi digital diharapkan mengurangi kerugian investasi ilegal
OJK Dorong Literasi Digital Seiring Lonjakan Investasi Kripto
OJK Sulsel bersama Dinas Kominfo Makassar menggelar serangkaian seminar literasi keuangan digital di berbagai kampus dan komunitas.
Ahmad Fauzi menambahkan, investasi kripto menawarkan keuntungan besar, tetapi juga volatilitas tinggi dan potensi penipuan.
”Kami ingin investor pemula tidak hanya tergiur imbal hasil, tetapi juga paham cara aman bertransaksi dan menyimpan aset,” ujarnya.
Fakta di Lapangan dan Langkah ke Depan
Berdasarkan data OJK, mayoritas investor kripto di Makassar berusia 18–30 tahun dengan nominal investasi rata-rata Rp500.000 hingga Rp2.000.000.
Kepala Dinas Kominfo Makassar, Siti Rahma, menyebut pihaknya akan memperluas program literasi ke desa-desa.
“Kami targetkan 10.000 warga mendapat edukasi pada akhir tahun ini,” katanya.
Tren investasi kripto yang meningkat harus dibarengi dengan literasi yang kuat agar masyarakat terhindar dari kerugian.
Kolaborasi OJK, pemerintah, dan platform kripto menjadi kunci keberhasilan program ini.















