banner DPRD Makassar 728x90
Berita

Wali Kota Makassar Hadiri APCAT Summit 2026 di Jakarta, Bahas Kawasan Tanpa Rokok

Avatar of Sulsel Times
3
×

Wali Kota Makassar Hadiri APCAT Summit 2026 di Jakarta, Bahas Kawasan Tanpa Rokok

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Makassar Hadiri APCAT Summit 2026 di Jakarta Bahas Kawasan Tanpa Rokok
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com Jakarta, Senin, 26/01/2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri forum internasional The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026, untuk memaparkan pengalaman Makassar dalam pengembangan kawasan tanpa rokok sebagai bagian dari solusi kesehatan perkotaan.

Ringkasnya…
  • Wali Kota Makassar hadir di APCAT Summit 2026 di Jakarta
  • Forum APCAT membahas solusi kesehatan perkotaan dan kawasan tanpa rokok
  • Wamendagri Bima Arya menyoroti agresivitas industri tembakau
  • Pemerintah daerah diminta tegas terhadap intervensi dan CSR industri rokok
  • APCAT didorong jadi motor kolaborasi lintas kota melindungi generasi muda
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kehadiran Wali Kota Makassar di APCAT Summit 2026

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tercatat sebagai salah satu kepala daerah yang hadir pada The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit di Jakarta.

banner DPRD Makassar 728x90

Dalam forum tersebut, Munafri dijadwalkan menyampaikan materi terkait pengembangan kawasan bebas rokok di Kota Makassar sebagai bagian dari strategi pembangunan kesehatan masyarakat.

APCAT Summit tahun ini mengusung tema “Together We Bring Health Solutions” yang menempatkan kota-kota di kawasan Asia Pasifik sebagai aktor penting dalam mencari solusi atas persoalan kesehatan di wilayah perkotaan.

Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan, inovasi kebijakan, serta praktik terbaik yang telah diterapkan berbagai kota dalam memperkuat sistem kesehatan publik di tingkat lokal.

Suasana Pembukaan dan Kehadiran Pejabat Nasional

Kegiatan APCAT Summit 2026 berlangsung di Hotel JW Marriott, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

Acara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, yang hadir bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, sebagai tuan rumah penyelenggaraan.

Kehadiran pejabat pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan dukungan politik terhadap upaya penguatan kebijakan kesehatan di tingkat pemerintah daerah.

Momentum ini sekaligus menempatkan forum APCAT sebagai ajang strategis untuk menyinergikan program kesehatan nasional dan inisiatif lokal di berbagai kota.

Delegasi Kota Makassar dan Fokus Kawasan Bebas Rokok

Dalam pertemuan internasional ini, Wali Kota Makassar tidak datang sendiri.

Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, dan Kepala Bagian Protokol Sekretariat Daerah Kota Makassar, Andi Ardi Rahadian.

Munafri menyampaikan bahwa partisipasi Makassar di APCAT Summit 2026 merupakan bentuk komitmen kota ini untuk aktif dalam diskusi regional dan global mengenai solusi kesehatan kawasan perkotaan, termasuk kebijakan kawasan tanpa rokok.

Menurut dia, forum seperti APCAT menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Makassar sekaligus menyerap pengalaman dari kota lain di Asia Pasifik.

Pesan Tegas Wamendagri soal Industri Tembakau

Dalam sesi sambutan, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyoroti pengaruh kuat korporasi yang dinilai dapat mengganggu kualitas hidup masyarakat, terutama dari sektor industri tembakau.

Di hadapan perwakilan kepala daerah dan anggota APCAT dari berbagai negara, Bima Arya menyampaikan kekhawatiran terhadap agresivitas industri rokok yang dinilainya mengancam masa depan generasi muda.

Ia mengungkapkan data bahwa Indonesia berada di posisi kelima dunia untuk prevalensi perokok dengan tren persentase yang terus meningkat dan menjadi alarm serius bagi kesehatan publik.

Bima Arya menegaskan bahwa dampak mematikan konsumsi rokok bukan lagi perdebatan opini semata, melainkan fakta ilmiah yang didukung berbagai kajian kesehatan.

Peringatan terhadap Strategi Baru Promosi Rokok

Wamendagri menjelaskan bahwa cara industri tembakau mempromosikan produk telah banyak berubah.

Jika sebelumnya promosi dilakukan secara terbuka melalui iklan konvensional, kini pendekatan yang digunakan lebih halus dan subliminal, menyerupai promosi produk konsumsi sehari-hari.

Dalam situasi ini, ia mengingatkan para kepala daerah untuk tetap waspada dan tidak lengah terhadap berbagai strategi pemasaran yang menyasar kelompok usia muda.

Bima Arya menekankan pentingnya kampanye berkelanjutan untuk menyebarkan data dan informasi terbaru mengenai bahaya kesehatan akibat rokok agar masyarakat mendapat perlindungan maksimal.

Komitmen Daerah Menghadapi Tekanan CSR Industri Rokok

Dalam paparannya, Wamendagri juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga konsistensi kebijakan pengendalian tembakau.

Ia mengingatkan bahwa berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari industri rokok tidak sebanding dengan beban biaya kesehatan dan sosial yang ditanggung masyarakat akibat konsumsi tembakau.

Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak mudah tergoda oleh dukungan CSR yang berpotensi melemahkan komitmen terhadap kebijakan kawasan tanpa rokok dan pengendalian tembakau.

Bima Arya menyebut pengendalian tembakau membutuhkan keberanian politik dan ketegasan sikap untuk menolak intervensi industri demi melindungi keselamatan dan kualitas hidup warga.

Tiga Pesan Kunci untuk Gerakan APCAT

Menutup sambutannya, Wamendagri Bima Arya menyampaikan tiga pesan kunci yang dinilai penting bagi keberlanjutan gerakan APCAT ke depan.

Pesan pertama adalah pentingnya inovasi untuk memperkuat riset dan kampanye yang relevan dengan karakter Generasi Z dan Generasi Y, yang menjadi sasaran utama industri rokok.

Pesan kedua adalah co-creation atau penciptaan bersama, yaitu pola kemitraan setara antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat dalam merumuskan solusi kesehatan yang berkelanjutan.

Pesan ketiga adalah kebutuhan regenerasi kepemimpinan agar gerakan pengendalian tembakau di berbagai kota tetap hidup, terus berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Dalam penutupnya, Bima Arya menyatakan harapan agar APCAT terus menjadi motor penggerak kolaborasi lintas kota dan lintas negara untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk industri tembakau.

Kehadiran Wali Kota Makassar di APCAT Summit 2026 di Jakarta menegaskan posisi Makassar sebagai kota yang aktif mendorong kawasan tanpa rokok dan penguatan kebijakan pengendalian tembakau di tingkat regional.

Melalui dukungan pemerintah pusat dan komitmen kepala daerah, forum seperti APCAT diharapkan mampu melahirkan langkah konkret bersama dalam melindungi generasi muda dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Asia Pasifik.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow
banner Pemerintah Kota Makassar 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *