Sulseltimes.com Jayapura, Rabu, 07/01/2026 — Video kasuari yang disebut direkam operator ekskavator di area proyek Papua beredar di media sosial dan memantik perhatian publik karena memperlihatkan satwa kunci hutan hujan muncul di lanskap yang tampak sudah berubah.
- Video kasuari muncul di area proyek Papua dan viral di media sosial
- Kasuari dikenal sebagai penyebar biji yang penting untuk regenerasi hutan hujan
- BBKSDA Papua menegaskan kasuari termasuk satwa yang dilindungi aturan
- Lokasi proyek serta pihak yang merekam belum terverifikasi resmi, sehingga butuh penelusuran lanjutan
- Kemunculan satwa liar di area kerja menegaskan pentingnya mitigasi konflik manusia satwa
Rekaman kasuari di tengah aktivitas alat berat
Unggahan yang beredar menyebut rekaman diambil oleh operator ekskavator yang sedang bekerja di kawasan proyek di Papua.
Dalam cuplikan yang ramai dibagikan, kasuari terlihat berjalan di area terbuka dengan kondisi tanah yang tidak lagi rapat oleh vegetasi seperti hutan primer.
Kemunculan kasuari di ruang yang sudah terbuka membuat video itu dibaca sebagai tanda bahwa ruang jelajah satwa liar kian beririsan dengan aktivitas manusia.
Di Papua, perjumpaan kasuari dengan manusia bukan hal baru, namun kemunculannya di area kerja alat berat kerap memicu kekhawatiran soal gangguan habitat.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua atau BBKSDA Papua sebelumnya menegaskan kasuari termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan aturan konservasi yang berlaku.
“Status perlindungan kasuari selatan di Indonesia adalah mutlak,” kata Bambang H Lakuy, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika BBKSDA Papua, dalam keterangan yang dikutip ANTARA, Sabtu, 30/11/2024.
Kasuari penyangga regenerasi hutan Papua
Kasuari atau Casuarius sp. sering disebut spesies kunci karena membantu penyebaran biji melalui pola makannya yang dominan buah hutan.
San Diego Zoo Wildlife Explorers menjelaskan kasuari menelan buah utuh, lalu biji keluar bersama kotoran sehingga membantu benih “tertanam” dan menyebar ke titik lain di hutan.
Temuan ilmiah juga menunjukkan kasuari tetap berperan penting memindahkan biji antarpotongan habitat, termasuk pada lanskap yang sudah terfragmentasi.
Penelitian yang dipublikasikan Charles Darwin University menggambarkan kasuari dapat bergerak cepat di antara petak hutan dan membantu menjaga keragaman tumbuhan asli pada fragmen hutan yang tersisa.

















