Bisnis

Pendapatan Garuda (GIAA) Tumbuh 13,2% di Kuartal III 2026

Avatar of Sulsel Times
0
×

Pendapatan Garuda (GIAA) Tumbuh 13,2% di Kuartal III 2026

Sebarkan artikel ini
Pendapatan Garuda (GIAA) Tumbuh 13,2% di Kuartal III 2026
Pendapatan Garuda (GIAA) Tumbuh 13,2% di Kuartal III 2026
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 29/10/2026 — Pendapatan konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencapai US$2,71 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, naik 13,2% atau US$316,4 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ringkasnya…
  • Pendapatan konsolidasi GIAA mencapai US$2,71 miliar, tumbuh 13,2% YoY
  • Pendapatan non-penerbangan naik 31,3% mencapai US$322,8 juta
  • Armada siap pakai mencapai 106 pesawat, naik 24 dari tahun sebelumnya
  • On-time performance OTP mencapai 92,01%, membaik dari 86,15%
  • Rugi konsolidasi turun 3% YoY menjadi US$179,3 juta
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pertumbuhan didorong oleh pemulihan layanan penerbangan berjadwal dan kontribusi bisnis non-penerbangan yang semakin besar.

Scroll Kebawah
Advertisement

Bisnis penerbangan berjadwal memberikan kenaikan 12,6% atau US$233,2 juta, sementara penerbangan non-berjadwal naik 2,1% atau US$6,3 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro menyampaikan bahwa transformasi bisnis dilandauhi pertumbuhan pendapatan dan penguatan seluruh ekosistem usaha Grup.

“Keberlanjutan pertumbuhan Garuda Indonesia memerlukan fondasi bisnis penerbangan yang semakin kuat, sekaligus kontribusi yang lebih besar dari seluruh ekosistem usaha Grup,” kata Thomas, Kamis, 29/10/2026.

Pendapatan Non-Penerbangan Tumbuh 31,3%

Pendapatan dari lini usaha non-penerbangan mencatatkan pertumbuhan 31,3% mencapai US$322,8 juta, atau naik US$77 juta secara tahunan.

Pertumbuhan ini didukung kenaikan pendapatan pemeliharaan pesawat dari pelanggan eksternal GMF AeroAsia sebesar 42,4%, serta layanan agen perjalanan yang naik 76,1%.

Thomas menekankan bahwa optimalisasi seluruh entitas usaha menjadi bagian dari strategi transformasi, didukung oleh kepemilikan Danantara.

“Dengan dukungan Danantara, kami terus berfokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi nilai ekonomi dari aset dan kapabilitas yang dimiliki,” lanjut Thomas.

Meski tekanan biaya industri masih tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar penerbangan, beban operasional di luar bahan bakar hanya naik 3,1%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan 13,2%.

Pemulihan Armada dan Operasional

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 106 pesawat, terdiri dari 64 pesawat Garuda Indonesia dan 42 pesawat Citilink.

Jumlah ini bertambah 24 pesawat dari 82 pesawat pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring program reaktivasi armada.

Ketersediaan armada mendukung pertumbuhan trafik penumpang hingga 16,7 juta penumpang, naik dari 15,6 juta penumpang tahun sebelumnya.

Garuda Indonesia melayani sekitar 7,7 juta penumpang, sementara Citilink mengangkut sekitar 8,9 juta penumpang.

Frekuensi penerbangan Grup naik 7,9% mencapai 117.868 penerbangan.

Kualitas layanan juga membaik, tercermin dari on-time performance (OTP) yang mencapai 92,01%, naik 5,86 poin persentase dari 86,15% tahun sebelumnya.

Thomas menegaskan bahwa pemulihan armada perlu diikuti peningkatan produktivitas dan optimalisasi jaringan penerbangan agar kapasitas memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Pemulihan ketersediaan armada merupakan bagian penting dari transformasi kami. Namun, penambahan kapasitas saja tidak cukup,” tambahnya.

Dalam periode yang sama, Garuda Indonesia Group mencatatkan laba usaha sebesar US$97,2 juta, sementara rugi konsolidasi menyusut 3% menjadi US$179,3 juta.

Perseroan akan terus memprioritaskan peningkatan utilisasi dan produktivitas armada, optimalisasi jaringan penerbangan, dan pengelolaan biaya serta aset yang lebih efektif guna mendukung pemulihan profitabilitas secara bertahap dan berkelanjutan.

Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara terkait dugaan penggelapan mobil rental di Gowa.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *