Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 26/06/2026 — PT Pelindo Marine Service memperkuat peran dalam transisi energi hijau dengan melayani penundaan kapal pengangkut FAME, bahan baku utama biodiesel B50.
- Pelindo Marine layani angkut FAME
- Muatan hingga 4.500 kiloliter
- Pelindo Marine dan Pertamina
- Sejak 2021, dari Gresik ke Tanjung Perak
- Dukung transisi energi hijau nasional
Layanan Penundaan Kapal FAME
Pelindo Marine telah melayani pengangkutan FAME sejak tahun 2021.
FAME berasal dari kawasan industri di Gresik.
Produk ini diangkut menuju fasilitas pencampuran di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Di sana, FAME diproses menjadi bahan bakar biodiesel.
Setiap kapal pengangkut FAME rata-rata membawa muatan hingga 4.500 kiloliter.
Pada operasi kali ini, kapal tunda KT. Subali II memimpin proses penundaan dan membantu kapal bersandar di fasilitas blending Pertamina.
“Setiap kapal pengangkut FAME rata-rata membawa muatan hingga 4.500 kiloliter. Pada operasi kali ini, kapal tunda KT. Subali II memimpin proses penundaan dan membantu kapal bersandar dengan aman menuju fasilitas blending Pertamina di Pelabuhan Tanjung Perak. Seluruh proses dilakukan sesuai standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku,” jelas Dhika Ramadhany Putra, Senior Manajer Komersial PT Pelindo Marine Service, Jumat, 26/06/2026.
Dukung Ketahanan Energi Nasional
Komitmen Pelindo Marine sejalan dengan kebijakan strategis pemerintah terkait ketahanan energi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan uji coba biodiesel B50 menunjukkan perkembangan positif dan siap diimplementasikan.
Secara teknis, kadar air pada B50 lebih sedikit dan lebih unggul dibandingkan B40.
Bahan bakar ini telah sukses diuji coba pada berbagai moda transportasi.
Implementasi B50 diharapkan mendongkrak penyerapan produksi sawit dalam negeri dan menekan ketergantungan impor bahan bakar fosil.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku di hulu, tetapi juga oleh kelancaran rantai logistik di hilir.
“Sebagai penyedia jasa penundaan dan pemanduan kapal, kami berkomitmen penuh menghadirkan layanan maritim yang aman dan andal untuk mendukung kelancaran distribusi energi hijau nasional,” kata Elvin Syah Putra, Jumat, 26/06/2026.
Ke depan, Pelindo Marine menyatakan kesiapannya meningkatkan kapasitas layanan sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan distribusi bioenergi, khususnya untuk mendukung perluasan penggunaan B50 secara penuh.







