Sulseltimes.com Makassar, Senin, 22/12/2025 — Tembok pagar SD Inpres Lantebung di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, roboh sejak 15 November 2025 setelah diterjang angin kencang.
Hingga Senin ini, pagar yang ambruk belum mendapat perbaikan permanen.
Pihak sekolah memasang pagar seng bekas sebagai pengaman sementara agar area sekolah tidak terbuka bebas.
Sekolah menyebut perbaikan darurat itu menggunakan dana sumbangan orang tua murid sebesar Rp2.500.000.
- Tembok pagar SD Inpres Lantebung roboh sejak 15 November 2025 akibat angin kencang
- Pagar sekitar 30 meter dengan tinggi kurang lebih 2 meter ambruk dan membuka akses ke area sekolah
- Sekolah memasang pagar seng bekas sebagai pengaman sementara
- Dana sumbangan orang tua murid Rp2.500.000 dipakai membeli pagar seng bekas
- Biaya pemasangan disebut sekitar Rp100.000 per meter dan dikerjakan tenaga dari luar
Pagar ambruk sekitar 30 meter, sekolah khawatir keamanan lingkungan belajar
Pihak sekolah menyebut pagar yang roboh memiliki panjang sekitar 30 meter.
Tinggi pagar diperkirakan kurang lebih 2 meter.
Kerusakan itu membuat akses ke lingkungan sekolah terbuka.
Kepala SD Inpres Lantebung, Amrah, S.Pd, mengatakan sekolah terpaksa menggunakan pagar seng bekas demi mencegah hewan masuk ke pekarangan.
“Kami terpaksa pakai pagar seng bekas agar sapi tidak masuk ke pekarangan sekolah,” kata Amrah, S.Pd, Kepala SD Inpres Lantebung, Senin, 22/12/2025.
Amrah juga menyebut pihak sekolah khawatir karena masih ada barang berharga di ruang kelas.
“Kami juga khawatir karena masih banyak barang berharga di dalam kelas,” kata Amrah, S.Pd, Kepala SD Inpres Lantebung, Senin, 22/12/2025.
Dokumentasi di lokasi memperlihatkan puing beton berserakan di sisi bangunan.
Jalur sisi sekolah tampak retak dan ambles di beberapa titik.
Dana orang tua Rp2.500.000, pemasangan disebut Rp100 ribu per meter

Amrah mengatakan dana sumbangan orang tua murid yang terkumpul sebesar Rp2.500.000 dipakai membeli pagar seng bekas.
Pagar seng itu digunakan sebagai pengganti sementara sampai ada perbaikan permanen.
Pemasangan pagar sementara disebut dikerjakan tenaga dari luar.
Amrah menyebut orang tua murid kesulitan meluangkan waktu untuk pekerjaan pemasangan.
“Yang bekerja itu orang luar,” kata Amrah, S.Pd, Kepala SD Inpres Lantebung, Senin, 22/12/2025.
Ia menyebut biaya pemasangan sekitar Rp100.000 per meter dan sudah termasuk ongkos kerja serta bahan material.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah memberi perhatian agar pagar diperbaiki secara permanen.
Sekolah juga berharap ada pembenahan fasilitas pendidikan lainnya, termasuk ruang perpustakaan, agar proses belajar mengajar berjalan lebih aman dan layak (*Bakri).
















