Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 30/07/2026 — IHSG ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091,39 meninggalkan level psikologis 6.100 tekanan sentimen global dan domestik.
- IHSG turun 0,64% ke 6.091,39
- Transaksi Rp22,86 triliun volume 38,53 miliar saham
- Sektor properti tertekan 4,54%
- Jakarta, Rabu 29/07/2026
- Support 6.050-6.080 resistance 6.150-6.200
IHSG Tutup Merah Meninggalkan Level 6.100
Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 39,20 poin atau 0,64 persen ke level 6.091,39.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.174,41 dan terendah 6.029,32 selama sesi perdagangan.
Nilai Transaksi Capai Rp22,86 Triliun
Nilai transaksi seluruh pasar tercatat Rp22,86 triliun dengan volume 38,53 miliar saham.
Jumlah transaksi mencatat 1,95 juta kali dengan kapitalisasi pasar Rp10.675 triliun.
Sebanyak 186 saham menguat 494 saham melemah dan 285 saham stagnan.
Semua Sektor Berada di Zona Merah
Sektor properti memimpin pelemahan dengan koreksi 4,54 persen.
Utilitas turun 4,21 persen konsumer non primer turun 1,50 persen industri melemah 1,44 persen dan energi terkoreksi 1,32 persen.
MPRO dan BREN Jadi Penghapus Indeks Terbesar
PT Maha Properti Indonesia Tbk memangkas indeks 6,68 poin diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk 6,12 poin.
PT Mora Telematika Indonesia Tbk menyumbang 5,19 poin dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk 3,82 poin.
TLKM dan BBCA Jadi Penopang Utama
PT Telkom Indonesia Tbk menjadi penopang utama dengan kontribusi 3,13 poin.
PT Bank Central Asia Tbk menyumbang 2,49 poin PT Barito Pacific Tbk 1,64 poin dan PT Chandra Asri Pacific Tbk 1,42 poin.
Sentimen Eksternal dan Domestik Tekan Pasar
Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai pelemahan dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik.
“Dari eksternal market sentiment masih cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda global sehingga memicu berkurangnya risk appetite terhadap aset berisiko” kata Elandry Pratama Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Rabu 29/07/2026.
“Dari domestik pasar juga sedang mencerna rilis kinerja Semester I-2026 yang hasilnya bervariasi sehingga mendorong aksi profit taking pada sejumlah saham yang sebelumnya telah menguat” kata dia.
Menurutnya tekanan jual lebih dominan namun pelemahan masih mencerminkan fase konsolidasi wajar.
Support IHSG diperkirakan di kisaran 6.050 hingga 6.080 dengan peluang menguji level 6.000 jika ditembus.
Resistance berada pada rentang 6.150 hingga 6.200 dengan peluang rebound lebih besar jika diikuti aliran dana asing.
Investor Asing Catat Net Sell Rp4,36 Triliun
Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut tekanan juga dari aksi jual investor asing.
Net sell investor asing di pasar reguler mencapai sekitar Rp4,36 triliun dalam sepekan terakhir.
“Investor masih menanti hasil rapat FOMC The Fed mencermati kenaikan harga minyak mentah ke kisaran US$80 per barel serta pelemahan rupiah di level Rp18.000-an per dolar AS” kata Herditya Wicaksana Head of Research Retail MNC Sekuritas Rabu 29/07/2026.
Meski volatilitas tinggi proyeksi base case IHSG tetap di level 7.000 dengan bear case di 6.100.
Ruang pemulihan pasar dinilai terbuka apabila sentimen global mereda.







