Sulseltimes.com, Gowa, Sabtu, 29/08/2026 — Narasumber hypnoparenting Muhammad Radiyal Musyaa menekankan pentingnya sugesti positif dan komunikasi nonverbal orang tua untuk membentuk perilaku anak yang penurut dan percaya diri.
- Hypnoparenting tekankan sugesti positif dan komunikasi nonverbal
- Pertemuan orang tua siswa Sekolah Islam Mafaaza
- Muhammad Radiyal Musyaa sebagai narasumber
- Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa
- Orang tua didorong membiasakan ekspresi positif dan senyum untuk membentuk rasa percaya diri anak
Materi tersebut disampaikan dalam pertemuan orang tua siswa Sekolah Islam Mafaaza di Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Kegiatan mengangkat tema “Rahasia Hypnoparenting: Teknik Sugesti Positif untuk Membentuk Anak Lebih Penurut dan Percaya Diri”.
Radiyal menjelaskan bahwa pola komunikasi kepada anak tidak hanya melalui ucapan. Sikap, ekspresi wajah, hingga bahasa tubuh orang tua menjadi bagian integral dalam proses komunikasi.
“Orang akan memutuskan, memilih, bertindak sesuai data yang ia masukkan,” kata Muhammad Radiyal Musyaa, Pemateri Hypnoparenting, Sabtu, 29/08/2026.
Peran Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh
Radiyal mengajak para orang tua memahami bahwa anak menangkap pesan dari apa yang dilihat, bukan hanya dari apa yang didengar. Menurutnya, ekspresi wajah menjadi monitor utama dalam komunikasi manusia.
“Yang paling mempengaruhi anak adalah sunyinya, bukan bunyi. Apa yang dia lihat, bukan apa yang dia dengar,” ujarnya.
Ia mendorong orang tua membangun kebiasaan memberikan ekspresi positif, salah satunya dengan tersenyum. Dalam sesi praktik, peserta diajak melaksanakan teknik senyum “225”, yaitu menarik bibir ke kiri dan kanan selama lima detik.
Radiyal mengaitkan kebiasaan tersenyum dengan pelepasan endorfin di otak. Zat ini disebut sebagai zat kebahagiaan yang dapat menciptakan suasana emosional positif dalam keluarga.
“Kalau anda senyum terus, ada zat di otak, namanya zat endorfin. Kalau anda terus senyum maka akan membludak itu zat kebahagiaan dalam diri kita,” tuturnya.
Keselarasan Verbal dan Nonverbal
Radiyal menjelaskan perbedaan komunikasi verbal dan nonverbal. Pesan melalui suara dapat bertentangan dengan bahasa tubuh, sehingga penerima justru menangkap makna dari ekspresi atau gerakan tubuh.
“Bukan cuma suara saja atau bunyi. Tapi ada yang lebih berat dari suara, atau body language. Ada bahasa verbal, ada bahasa nonverbal,” ujarnya.
Dalam konteks pengasuhan, ia mengingatkan orang tua agar memperhatikan perilaku dan ekspresi mereka saat berhadapan dengan anak. Kebiasaan orang tua dinilai menjadi bagian dari lingkungan yang terus direkam dan diterima anak.
Melalui pendekatan sugesti positif, orang tua diajak membangun komunikasi yang lebih sadar. Tujuannya agar pesan yang diterima anak tidak hanya berupa perintah, tetapi juga dorongan bagi rasa percaya diri dan pembentukan perilaku positif.






