Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 20/06/2026 — Kebakaran melanda gudang penyimpanan minyak nilam di kompleks pergudangan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, dan Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan 28 armada serta sekitar 100 personel untuk memadamkan api.
- Kebakaran gudang minyak nilam di Parangloe
- 28 armada dan 100 personel dikerahkan
- Damkarmat Makassar dan Kepala Damkarmat Fadli Wellang
- Sabtu, 20/06/2026, Tamalanrea, Makassar
- Api terkendali, kerugian masih didata
Api Merambat dari Gudang Minyak Nilam
Kebakaran terjadi saat sebagian karyawan sedang meninggalkan lokasi untuk melaksanakan Salat Jumat.
Api pertama kali muncul dari gudang penyimpanan minyak nilam milik PT Citra Aroma Indo.
Kobaran api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya yang berisi peralatan listrik dan material mudah terbakar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan laporan diterima pihaknya dan segera mengerahkan armada.
“Dari gudang minyak nilam ini menyeberang ke sebelah, saya lihat tadi ini peralatan listrik, kabel-kabel dan lain sebagainya,” kata Fadli Wellang, Sabtu, 20/06/2026.
28 Armada dan 100 Personel Dikerahkan
Damkarmat Makassar mengerahkan total 28 unit armada dari markas komando dan pos pemadam di beberapa wilayah.
“Tadi setelah dilakukan pemadaman dengan menggunakan beberapa armada yang berasal dari Mako ada 15 unit, kemudian dari posko-posko luar ada 13,” ujar Fadli.
Selain armada, sekitar 100 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman, penguraian material terbakar, serta pendinginan.
Kendala Suplai Air dan Material Mudah Terbakar
Proses pemadaman menghadapi kendala kebutuhan suplai air yang besar.
Material seperti plastik dan ban di dalam gudang turut memperumit penanganan.
“Kesulitan sebenarnya hanya pada posisi suplai air yang kita butuhkan. Kemudian kita juga menunggu karena bahannya di dalam ada plastiknya,” ungkap Fadli.
Hembusan angin kencang juga menyulitkan karena dapat memunculkan kembali titik api setelah disiram.
“Jadi saat pas kita siram, kemudian kena lagi angin kembali hidup lagi (api). Memang harus terus kita lakukan penyiraman hingga pendinginan,” tukasnya.
Api Terkendali, Kerugian Masih Ditunggu
Setelah beberapa jam, petugas berhasil mengendalikan kobaran api meskipun proses penguraian masih berlangsung.
“Sekarang sudah terkendali, tapi tetap kita dalam tahapan penguraian karena inikan banyak jenisnya di situ jadi harus kita tarik, kita urai supaya bisa matikan apinya secara keseluruhan,” jelas Fadli.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang.
Adapun estimasi kerugian belum dapat ditaksir karena menunggu keterangan resmi dari pemilik gudang, termasuk terkait kendaraan yang ikut terdampak.
“Tadi ada kendaraan, ini mobil juga, belum bisa ditaksir karena harus ada keterangan dari pemilik,” ucap Fadli.







