Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 01/10/2026 — Google memperkenalkan Gemini 4 Argon, model kecerdasan buatan terbarunya untuk menangani pekerjaan kompleks yang berlangsung dalam banyak tahapan.
- Google mengumumkan Gemini 4 Argon pada 30 September 2026
- Model ditujukan untuk rekayasa perangkat lunak, pekerjaan profesional, dan keamanan siber
- Kapasitas output mencapai 1 juta token, naik dari 64.000 token
- Akses awal masih terbatas untuk pengujian dan evaluasi keamanan
- Harga awal ditetapkan 2 dollar AS per juta token input dan 10 dollar AS per juta token output
Dalam pengumuman resminya pada Rabu (30/9/2026), Google menyebut Argon dirancang untuk rekayasa perangkat lunak, pekerjaan profesional di bidang hukum dan keuangan, serta keamanan siber.
Model tersebut dapat menghasilkan hingga 1 juta token dalam satu keluaran. Batas ini meningkat dari kapasitas 64.000 token pada model sebelumnya.
Akses Bertahap dan Pengujian Keamanan
Google belum membuka akses umum. Pengujian awal dilakukan secara bertahap, termasuk melalui program Fairwind bagi kelompok pertahanan keamanan siber terpilih.
Pemerintah Amerika Serikat juga memperoleh akses sukarela sebelum peluncuran sebagai bagian dari evaluasi. Google mengatakan umpan balik tahap awal akan digunakan untuk memperkuat sistem pengamanan sebelum Argon tersedia lebih luas.
Dalam pengujian DeepSWE v1.1 yang dipublikasikan Google, Gemini 4 Argon mencatat skor 77,9 persen. Angka tersebut merupakan hasil benchmark dan tidak selalu menggambarkan kinerja pada seluruh jenis pekerjaan.
Harga Awal Gemini 4 Argon
Google menetapkan harga awal 2 dollar AS per satu juta token input dan 10 dollar AS per satu juta token output. Input yang menggunakan cache mendapat potongan harga hingga 95 persen.
Jadwal ketersediaan umum untuk pengembang, perusahaan, dan konsumen belum diumumkan.















