Teknologi

FAA Masih Gunakan Windows 95 dan Disket untuk Kendalikan Lalu Lintas Pesawat di AS

Avatar of Sulsel Times
0
×

FAA Masih Gunakan Windows 95 dan Disket untuk Kendalikan Lalu Lintas Pesawat di AS

Sebarkan artikel ini
FAA Masih Gunakan Windows 95 dan Disket untuk Kendalikan Lalu Lintas Pesawat di AS
FAA Masih Gunakan Windows 95 dan Disket untuk Kendalikan Lalu Lintas Pesawat di AS
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jumat, 25/09/2026 — Badan pengatur lalu lintas penerbangan di Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), masih mengandalkan sistem operasi Windows 95 dan disket floppy untuk mengendalikan pesawat di bandara-bandara besar seperti Denver dan Newark.

Ringkasnya…
  • FAA masih menggunakan Windows 95 dan disket floppy untuk mengendalikan lalu lintas udara di bandara Denver dan Newark
  • Petugas FAA masih menggunakan flight progress strips, kertas kecil berisi informasi penerbangan yang ditulis secara manual
  • Sistem lawas ini relatif kebal terhadap serangan siber karena tidak terhubung ke jaringan cloud atau internet secara langsung
  • FAA telah meluncurkan proyek modernisasi dan membuka Request For Information untuk mengganti sistem tersebut
  • Menteri Perhubungan AS Sean Duffy menyebut proyek ini sebagai prioritas infrastruktur terpenting dalam puluhan tahun
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Sistem berbasis era 1990-an tersebut menjadi tulang punggung layanan kontrol lalu lintas udara di sejumlah bandara besar di AS. FAA bahkan masih menggunakan flight progress strips, yakni kertas kecil yang berisi informasi penerbangan dan dipindahkan secara manual oleh petugas.

Scroll Kebawah
Advertisement

Ironisnya, justru karena tidak terhubung ke jaringan cloud maupun internet secara langsung, sistem ini relatif kebal terhadap gangguan global yang disebabkan oleh update keamanan modern maupun insiden pemadaman massal IT.

Rencana Modernisasi

FAA menyadari bahwa mengandalkan teknologi dari era 90-an tidak bisa bertahan selamanya. Komponen perangkat keras semakin sulit ditemukan dan jumlah teknisi yang memahami sistem tersebut terus berkurang.

Menyadari risiko ini, FAA resmi meluncurkan proyek modernisasi sistem kontrol lalu lintas udara. Mereka telah membuka Request For Information dan mengundang berbagai vendor teknologi untuk mengajukan solusi pengganti.

Dalam program yang dijuluki “Industry Days”, berbagai perusahaan teknologi diundang untuk mempresentasikan sistem baru yang bisa menggantikan sistem lawas tanpa mengganggu operasional harian yang sangat krusial.

“Ide dasarnya adalah mengganti seluruh sistem,” kata Direktur FAA Chris Rocheleau di hadapan Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat AS.

“Tidak lagi menggunakan disket atau strip kertas,” ujar Rocheleau dikutip dari sumber terkait, Jumat (25/09/2026).

Sistem pengganti harus memenuhi banyak syarat, termasuk berjalan tanpa henti selama 24 jam tujuh hari dalam seminggu, memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan internasional, serta mampu menangani kompleksitas dan volume lalu lintas udara AS.

Menteri Perhubungan AS Sean Duffy menyebut proyek tersebut sebagai “proyek infrastruktur paling penting yang pernah ada di negara ini dalam puluhan tahun” dan menggambarkannya sebagai prioritas utama.

Target dan Tantangan

Departemen Transportasi AS menargetkan proses transisi ini selesai dalam empat tahun ke depan.

Namun, sejumlah pakar menyuarakan skeptisisme. Mengganti sistem yang sudah digunakan selama lebih dari tiga dekade bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kebijakan, pelatihan, hingga sertifikasi keamanan yang sangat ketat.

Meski demikian, modernisasi ini dianggap langkah mendesak. Terlalu lama sistem ini ditambal sulam tanpa pembaruan menyeluruh. Jika tidak segera diperbarui, risiko kegagalan sistem dan ketidaksiapan menghadapi lalu lintas udara masa depan bisa menjadi kenyataan.

Langkah FAA ini menjadi simbol pergeseran dari era analog ke digital dalam infrastruktur publik vital. Jika semua berjalan sesuai rencana, langit Amerika tak lagi dikendalikan lewat disket, melainkan lewat sistem canggih yang sepadan dengan kompleksitas lalu lintas udaranya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *