SULSELTIMES.COM — Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa (6/10/2026) ketika investor mencermati kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan pergerakan harga minyak.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik sekitar 0,22 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan turun sekitar 0,15 persen. S&P/ASX 200 Australia menguat sekitar 0,32 persen.
- Bursa Asia bergerak variatif pada 6 Oktober 2026
- Yield Treasury AS dan harga minyak menjadi perhatian investor
- Pelaku pasar menantikan petunjuk arah kebijakan Federal Reserve
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di kisaran 5,3 persen dan tenor 30 tahun sekitar 5,7 persen. Kenaikan imbal hasil dapat menekan valuasi saham karena meningkatkan biaya pendanaan.
Harga minyak juga menjadi perhatian. Brent ditutup di sekitar US$100,32 per barel pada sesi sebelumnya, sedangkan West Texas Intermediate berada di kisaran US$89,43 per barel.
Pelaku pasar turut menantikan risalah pertemuan Federal Reserve untuk membaca arah kebijakan suku bunga. Pergerakan pasar dapat berubah sepanjang sesi sesuai perkembangan data dan sentimen global.







