Sulseltimes.com, Senin, 21/09/2026 — Anthropic mendesak ulang fitur Projects di Claude Code agar pengembang bisa mengerjakan proyek dengan lebih mudah. Claude kini bisa “membelah diri” menjadi beberapa sesi kerja yang berjalan paralel di cloud.
- Anthropic mengubah format Projects dari folder berisi file dan satu percakapan menjadi satu percakapan utama yang terus berjalan
- Claude berperan sebagai koordinator yang membagi pekerjaan ke beberapa thread di cloud
- Setiap thread merupakan sesi Claude Code lengkap dengan branch dan salinan repository sendiri
- Sistem ini masih dalam tahap beta terbatas untuk pengguna Pro dan Max di versi web dan desktop
- Parallel thread mengonsumsi kuota penggunaan lebih cepat dengan batas maksimal 200 thread baru per hari
Perubahan ini menggeser model lama di mana Projects hanya berupa folder kumpulan file dengan satu percakapan. Kini, pengembang menjelaskan pekerjaan yang ingin dilakukan, lalu Claude akan membaginya ke dalam thread atau alur kerja terpisah.
Setiap thread berjalan sebagai sesi Claude Code penuh di cloud. Masing-masing memiliki branch dan salinan repository sendiri. Beberapa thread bisa berjalan secara bersamaan, dan hasil kerjanya dilaporkan kembali ke percakapan utama. Prosesnya tetap berjalan meski pengembang sudah menutup laptop.
Anthropic menggambarkan sistem baru ini terdiri dari dua bagian. Percakapan utama berfungsi sebagai koordinator yang membaca permintaan pengembang, menjawab pertanyaan sederhana, dan membuat thread baru untuk pekerjaan kompleks. Sementara thread bertindak sebagai pekerja yang bisa membuka pull request, memantau proses dengan fitur auto-fix, dan membagi tugas menjadi sub-tugas lebih kecil melalui subagent, loop, dan alur kerja tambahan.
Koordinator tidak memantau setiap langkah yang dilakukan thread. Ia hanya menerima laporan mengenai hasil akhir pekerjaan dari masing-masing thread.
Anthropic memberikan contoh penggunaan fitur ini, antara lain ketika pengembang ingin mengurangi latency p75 pada proses checkout. Claude dapat memeriksa performa setiap endpoint, mencoba berbagai optimisasi, dan membuka beberapa pull request secara bersamaan melalui thread berbeda. Contoh lainnya adalah menghentikan penggunaan endpoint v1 yang sudah usang di beberapa repository untuk layanan API, web, dan mobile.
Jika dua thread mengubah bagian kode yang sama, konflik yang muncul akan ditangani seperti konflik merge Git pada umumnya. Pengembang tetap perlu menyelesaikannya dengan cara yang sama seperti dalam alur kerja pengembangan software biasa.
Setiap project memiliki konteks standar yang hanya perlu diatur sekali dan otomatis diteruskan ke setiap thread baru. Konteks ini mencakup repository dan file yang diunggah, instruksi project hingga 16.000 karakter, serta memori project melalui indeks file MEMORY.md.
Setiap thread juga otomatis melakukan clone terhadap seluruh repository project, serta memuat file CLAUDE.md, skill, dan plugin dari semua repository tersebut. Aturan permission, hooks, dan env hanya berlaku dari direktori tempat thread dijalankan. Tools MCP tersedia melalui connector yang terpasang di akun claude.ai pengguna.
Untuk memantau seluruh pekerjaan, tersedia panel Overview yang mengelompokkan thread berdasarkan status, meliputi Ready for review, Waiting on you, Working, Landing, Idle, dan Resolved. Ada pula tab Library yang mengumpulkan file yang diunggah maupun file yang dihasilkan thread.
Karena setiap thread merupakan sesi penuh, sebuah project akan menghabiskan kuota penggunaan jauh lebih cepat dibanding sesi tunggal biasa. Fitur project ini baru tersedia dalam tahap beta secara terbatas untuk sebagian pengguna Pro dan Max di versi web dan desktop.







