Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 30/10/2026 — Emiten bus listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatat laba bersih sebesar Rp12,1 miliar hingga kuartal III-2026, meningkat 47% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
- Pendapatan mencapai Rp1,06 triliun, tumbuh 49% YoY
- Pen electric vehicle sales Rp186 miliar, tumbuh 91% YoY
- Bisnis manufaktur suku cadang otomotif Rp880 miliar, tumbuh 41% YoY
- Laba bersih Rp12,1 miliar, tumbuh 47% YoY
- Pengiriman 27 unit bus listrik ke Trans Semarang
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp1,06 triliun, meningkat 49% year on year dibandingkan Rp717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pen electric vehicle listrik komersial serta kinerja positif bisnis manufaktur suku cadang otomotif.
Pendapatan dari Segmen Utama
Pen electric vehicle listrik mencatatkan pendapatan sebesar Rp186 miliar pada 9M26, meningkat 91% YoY dari Rp98 miliar. Kontribusi pen electric vehicle listrik terhadap total pendapatan meningkat menjadi 17%, dibandingkan 14% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bisnis manufaktur suku cadang otomotif membukukan pendapatan sebesar Rp880 miliar, meningkat 41% YoY dari Rp623 miliar. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional, khususnya segmen kendaraan komersial yang tumbuh 42% YoY berdasarkan data GAIKINDO per September 2026.
Kinerja Keuangan dan Aset
Selain pendapatan, laba bersih tumbuh 47% menjadi Rp12,1 miliar, didukung pengendalian biaya yang lebih baik. Total aset meningkat 13% YTD menjadi Rp2.026 triliun, sementara liabilitas naik 39% YTD menjadi Rp768 miliar, dan ekuitas meningkat 1% YTD menjadi Rp1,258 triliun.
Perkembangan Operasional dan Masa Depan
Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, mengatakan perusahaan fokus pada penguatan manufaktur dalam negeri dan pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial. Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, peningkatan pen electric vehicle listrik mencapai 235% YoY, dengan bus listrik berkontribusi 52,5%, sasis 37,7%, transporter listrik 8,2%, dan forklift listrik 1,6%.
Pada kuartal III 2026, VKTR menyelesaikan pengiriman 27 unit bus listrik 12 meter kepada operator Trans Semarang, menjadikan VKTR penyedia bus listrik pertama bagi layanan transportasi publik tersebut. Memasuki kuartal IV 2026, perusahaan terus memperluas jangkauan pasar melalui realisasi pengiriman rolling chassis light-duty truck untuk industri agribisnis dan menyelesaikan sejumlah pesanan bus listrik yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Perusahaan masih menyelesaikan sejumlah pesanan bus listrik untuk proyek transportasi publik, sementara aktivitas produksi berjalan sesuai rencana.















