Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 17/10/2026 — BPSDM Sulsel gelar webinar ASN Adaptif Seri 69 untuk perkuat peran ASN dalam mendorong ekonomi daerah.
- Webinar ASN Adaptif Seri 69 digelar daring melalui Zoom dan YouTube
- Akumulasi partisipasi mencapai 161.298 peserta
- Narasumber Bahtiar Baso paparkan potensi UMKM di Sulsel dengan usaha mikro 99,53 persen
- Nining Wahyuni soroti penurunan ekspor 22,34 persen akibat ketiadaan SKA
- Pemprov Sulsel terbitkan Surat Edaran Gubernur agar komoditas ekspor mencatatkan daerah asal
Kegiatan ini bertema “ASN Adaptif Ekonomi Produktif: Inovasi dan Kolaborasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan” dan diintegrasikan dengan semangat Hari Jadi Sulsel yang mengusung visi “Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur”.
Webinar ASN Adaptif Seri 69
Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, menyampaikan bahwa webinar rutin ini merupakan komitmen Pemprov Sulsel dalam menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 20 mengenai kewajiban ASN untuk terus mengembangkan kompetensi.
“Hingga Seri 68 sebelumnya, akumulasi partisipasi telah mencapai 161.298 peserta. Kehadiran Seri 69 ini diharapkan memberi spirit bagi para ASN agar makin produktif, baik dalam kuantitas maupun kualitas kerja demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Jufri.
Ia menambahkan, dua materi yang disajikan dalam seri ini dirancang untuk memotivasi ASN agar makin produktif dalam mengawal kualitas pelayanan publik dan kinerja organisasi.
Potensi UMKM dan Tantangan Ekspor
Narasumber pertama, Konsultan UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UKM Sulsel Bahtiar Baso, membeberkan potensi besar UMKM di Sulsel yang didominasi usaha mikro sebesar 99,53 persen, serta 36 persen koperasi yang masih belum aktif.
“Kami di Dinas Koperasi dan UKM mendorong paradigma baru dengan pelayanan satu atap one stop service. Pendampingan tidak lagi pasif menunggu bola di loket, melainkan proaktif, personal, dan berkelanjutan,” jelas Bahtiar.
PLUT Sulsel kini menyediakan berbagai fasilitas inkubasi gratis, seperti rumah kemasan, studio podcast, hingga program pendampingan rutin Senin Ceria dan Kamis Manis yang telah memfasilitasi 152 kuota sertifikasi halal reguler serta melayani lebih dari 4.500 UMKM di Sulsel.
Sementara itu, narasumber kedua, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Nining Wahyuni, menyoroti tantangan penurunan nilai ekspor pelabuhan Sulsel sebesar 22,34 persen akibat kendala ketiadaan Surat Keterangan Asal (SKA) pada sejumlah komoditas unggulan non-kopi.
“Orientasi ASN bukan lagi sekadar kegiatan selesai atau menghitung berapa izin yang terbit, tetapi bagaimana manfaat ekonomi dapat dibuktikan melalui peningkatan kapasitas bisnis, legalitas HAKI, dan terjadinya pembelian berulang,” tegas Nining.
Nining menambahkan, Pemprov Sulsel telah merespons cepat kendala tersebut dengan menerbitkan Surat Edaran Gubernur ke kabupaten/kota agar seluruh komoditas yang diekspor wajib mencatatkan daerah asalnya.
Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, dimana para peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung dan berkonsultasi mengenai strategi penyelesaian kendala pengembangan koperasi serta UMKM di wilayah masing-masing.














