Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 17/10/2026 — MSCI mengatakan pasar saham Indonesia berpotensi turun kelas ke Standalone Market, setara dengan Zimbabwe.
- MSCI mengumumkan Indonesia bisa diturunkan dari Emerging Market ke Standalone Market
- Indonesia saat ini termasuk Emerging Market bersama Brasil, India, Thailand
- Jika diturunkan, Indonesia akan sejajar dengan Argentina, Nigeria, Ukraina, Zimbabwe
- MSCI masih melakukan konsultasi dengan pelaku pasar sebelum keputusan akhir
- MSCI membekukan penyesuaian indeks termasuk Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares
Menurut MSCI, kekhawatiran pelaku pasar atas transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi menjadi dasar usulan penurunan status.
Kondisi pasar saat ini dan implikasi penurunan
Indonesia saat ini masih berada di kelompok Emerging Market bersama sejumlah negara seperti Brasil, India, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand. Jika klasifikasi turun ke level Standalone Market, pasar modal Indonesia akan sejajar dengan negara-negara seperti Argentina, Jamaika, Panama, Lebanon, Nigeria, Palestina, Ukraina, hingga Zimbabwe.
Proses konsultasi dan tindakan MSCI
MSCI secara resmi membuka konsultasi terkait proposal reklasifikasi indeks Indonesia. Selama masa konsultasi, MSCI membekukan sejumlah penyesuaian indeks untuk saham-saham Indonesia, termasuk tidak meningkatkan Foreign Inclusion Factor maupun Number of Shares, serta tidak menambahkan saham baru ke dalam MSCI Indonesia Investable Market Index.
MSCI masih menelusuri masukan dari pelaku pasar sebelum memutuskan klasifikasi baru. Keputusan akhir mengenai perubahan status pasar saham Indonesia akan diumumkan setelah periode konsultasi berakhir.
MSCI menegaskan akan terus menghapus saham-saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia dalam kerangka High Shareholding Concentration dan menggunakan data pengungkapan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float.











