SULSELTIMES.COM, MOSKOW — Seorang pegawai lembaga penelitian anti-pes di Siberia meninggal setelah mengalami pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui. Otoritas Rusia menempatkan hampir 200 orang dalam pemantauan sebagai langkah pencegahan.
Peristiwa tersebut sempat memunculkan spekulasi mengenai pes. Namun, hingga Selasa (6/10/2026), otoritas belum menemukan bukti bahwa kematian itu disebabkan pes atau terkait kecelakaan saat menangani patogen di laboratorium.
- Pegawai lembaga penelitian di Siberia meninggal akibat pneumonia yang belum diketahui penyebabnya
- Hampir 200 kontak dipantau sebagai langkah pencegahan
- Belum ada bukti penyakit pes atau kecelakaan penanganan patogen
Badan pengawas kesehatan Rusia menyatakan tidak ada kasus pes baru yang terdeteksi. Penyelidikan medis dan epidemiologis masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pneumonia tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran secara internasional rendah. Langkah karantina dan observasi terhadap kontak dilakukan sebagai tindakan kehati-hatian.
Karena penyebab kematian belum dipastikan, informasi yang menyebut kejadian itu sebagai “wabah pes” tidak memiliki dasar yang terverifikasi.







