Bisnis

Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Data Penting

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Data Penting

Sebarkan artikel ini
Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Data Penting
Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Data Penting
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 06/10/2026 — Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa, dengan investor mencermati pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan harga minyak dunia.

Ringkasnya…
  • Nikkei 225 naik 0,22%
  • Kospi Korea Selatan turun tipis
  • S&P/ASX 200 Australia menguat 0,32%
  • Kontrak berjangka Brent turun 1,9% ke US$100,32 per barel
  • Imbal hasil Treasury 10 tahun sempat menembus 5,3%
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pergerakan Pasar

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,22%.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kospi Korea Selatan turun tipis.

S&P/ASX 200 Australia menguat 0,32%.

Harga Minyak dan Imbal Hasil

Kontrak berjangka Brent turun 1,9% menjadi US$100,32 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) melemah sekitar 1,8% menjadi US$89,43 per barel.

Imbal hasil tenor 10 tahun sempat menembus 5,3%.

Imbal hasil tenor 30 tahun melampaui 5,7% yang menjadi level tertinggi dalam 24 tahun.

Chief Investment Officer Morgan Stanley Wealth Management Lisa Shalett mengatakan pasar obligasi telah bergerak volatil dalam enam pekan terakhir.

Volatilitas tersebut dipengaruhi oleh potensi kerangka kebijakan baru Federal Reserve, pertumbuhan ekonomi, serta tingginya harga minyak di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Shalett menilai meskipun volatilitas meningkat, pergerakan enam pekan terakhir belum mencapai level ekstrem yang sebelumnya memicu bear market saham pada 2022.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan di pasar obligasi belum berada pada tingkat yang sama seperti periode gejolak besar sebelumnya.

Investor kini menantikan risalah rapat The Fed pada September yang akan dirilis pada Rabu.

Risalah tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai pertimbangan pembuat kebijakan dalam menaikkan suku bunga.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *