Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 30/09/2026 — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan streamlining untuk memperkuat model bisnis dan memperjelas peran setiap entitas dalam grup.
- Pelindo menargetkan pengurangan entitas dari 41 menjadi 24 pada 2026
- Sebanyak 17 entitas direorganisasi, 11 telah menyelesaikan aksi korporasi
- Sisa enam entitas ditargetkan rampung pada 30/09/2026
- Penyesuaian dilakukan melalui merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi
- Pelindo beralih dari model strategic holding ke active management
Transformasi bertahap
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan transformasi masih berlangsung jangka panjang. “Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” katanya, Rabu, 30/09/2026.
Target dan progres restrukturisasi
Program streamlining 2026 menargetkan pengurangan entitas dari 41 menjadi 24. Dari 17 entitas yang direorganisasi, 11 telah menyelesaikan aksi korporasi, sementara enam lainnya ditargetkan rampung pada 30/09/2026.
Restrukturisasi dilakukan melalui merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi. Selain itu, Pelindo mengubah model parenting dari strategic holding menjadi active management, sehingga perusahaan induk mengambil peran lebih langsung dalam operasional utama.
Dony menilai konsolidasi di bawah Danantara memungkinkan transformasi yang lebih terintegrasi. Perubahan ini diharapkan tidak hanya mengurangi jumlah entitas, tetapi juga membentuk struktur dan model bisnis yang lebih sederhana, efektif, serta mampu memperkuat kinerja grup secara keseluruhan.










