Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 26/09/2026 — Kisah seorang anak perempuan berusia 3 tahun asal Gloucestershire, Inggris, menjadi peringatan setelah gejala batuk yang awalnya dianggap biasa ternyata berkaitan dengan penyakit jantung serius. Penny Dunn meninggal pada 6 Juli setelah kondisinya memburuk dalam beberapa bulan.
- Penny Dunn, anak 3 tahun asal Gloucestershire, Inggris, meninggal pada 6 Juli
- Batuk mulai muncul sekitar Natal 2025 dan tidak kunjung sembuh
- Didiagnosis kardiomiopati dilatasi (DCM) setelah mengalami kejang pada 29 Juni
- Jantungnya membesar dan otot jantung melemah sehingga sulit memompa darah
- Dr. Manish Bansal dari Medanta Gurugram memperingatkan batuk berkepanjangan pada anak perlu dievaluasi secara jantung
Penny mulai batuk-batuk sekitar Natal 2025. Balita yang sebelumnya sehat dan jarang sakit itu sempat membaik sebentar, namun batuknya kambuh kembali dan tidak kunjung sembuh. Ibunya, Courtney Sherwood, membawa Penny ke dokter sebanyak tiga kali. Pada awalnya, keluarga diberi tahu bahwa Penny terkena infeksi virus yang biasa menyerang anak-anak, dan dugaan asma juga sempat dipertimbangkan.
Batuknya semakin parah hingga membuat Penny muntah. Sherwood menyadari anaknya jadi sering terengah-engah, termasuk saat menaiki tangga ke ruangan dokter. Inhaler sempat membantu untuk sementara waktu, namun kesehatan Penny tidak kunjung membaik. Putrinya yang dulu aktif kini berubah menjadi lesu, tidak nafsu makan, dan mengalami penurunan berat badan.
Pada 29 Juni, Penny mengalami kejang saat mengikuti kegiatan olahraga di sekolahnya. Dokter menemukan bahwa jantungnya membesar dan berdetak secara tidak normal. Jantungnya juga terlihat kesusahan memompa darah secara efektif. Penny kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain dan dipasangi alat bantu hidup darurat.
Dokter mendiagnosis Penny menderita kardiomiopati dilatasi (DCM). Kondisi ini menyebabkan bilik-bilik jantung membesar, sementara otot jantung menjadi renggang dan melemah. Hal ini menurunkan kemampuan jantung untuk memompa darah dan berisiko menyebabkan gagal jantung atau gangguan irama jantung. Penny juga harus dioperasi untuk mengetahui ritme abnormalnya.
Sayangnya, komplikasi lebih lanjut menyusul. Hasil pemindaian CT menunjukkan bahwa sebagian otak dan usus Penny telah mati karena kehilangan pasokan darah yang memadai. Para dokter memberi tahu orang tuanya bahwa Penny tidak akan memiliki kualitas hidup yang baik apabila selamat. Keluarganya kemudian memutuskan untuk melepas alat bantu hidup, dan Penny meninggal pada 6 Juli.
Sherwood mengatakan dia tidak menyalahkan tim medis dan menggambarkan para dokter yang merawat Penny sangat luar biasa. Dia juga mengatakan penyakit Penny masih belum sepenuhnya jelas, meskipun dokter memberitahu keluarga bahwa batuk bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Batuk Lama pada Anak Perlu Waspada
Wakil Ketua Layanan Jantung, Kardiologi Klinis & Preventif Medanta Gurugram, Dr. Manish Bansal, mengatakan orang tua tidak seharusnya langsung berasumsi bahwa batuk yang tidak kunjung sembuh hanyalah masalah pernapasan.
“Dalam beberapa kasus, batuk pada anak-anak disebabkan oleh infeksi, alergi, atau asma. Namun, apabila batuknya berkepanjangan, sering kambuh, atau disertai sesak napas, kelelahan yang tidak biasa, toleransi aktivitas yang buruk, pembengkakan, keringat berlebih, atau kesulitan makan, maka hal tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut,” ujarnya.
Dr. Bansal menjelaskan bahwa beberapa kondisi jantung dapat meningkatkan tekanan di dalam paru-paru atau menyebabkan penumpukan cairan saat jantung tidak memompa darah secara efektif. Hal ini terkadang memicu gejala yang menyerupai penyakit pernapasan. Namun, dia menegaskan bahwa batuk saja tidak berarti seorang anak memiliki penyakit jantung. Yang perlu diwaspadai adalah pola gejala yang terus menetap atau tidak dapat dijelaskan, terutama bila energi, tumbuh kembang, atau aktivitas sehari-hari anak mengalami perubahan.
Pemeriksaan klinis menyeluruh, diikuti pemeriksaan penunjang seperti ekokardiogram atau EKG jika diperlukan, dapat membantu mengidentifikasi apakah terdapat masalah jantung yang mendasarinya. EKG merekam aktivitas listrik jantung, sementara ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk memeriksa struktur dan fungsi pompa jantung.
Dr. Bansal menekankan bahwa peningkatan kesadaran bukan berarti harus panik. “Kuncinya adalah kewaspadaan, bukan kepanikan. Orang tua adalah pihak yang paling memahami perilaku normal anak mereka. Apabila ada perubahan signifikan atau yang tidak dapat dijelaskan, harus segera berkonsultasi dengan dokter,” ujarnya.
Bagi Sherwood, pesan tersebut membawa makna personal yang mendalam. Setelah kehilangan Penny, dia menyerukan akses yang lebih besar untuk pemeriksaan jantung di fasilitas layanan kesehatan primer anak dan mendorong para orang tua untuk mencari opini kedua ketika ada sesuatu yang mengganjal hati.











