Viral

Dokter Dong Min Tinggalkan Profesi Setelah 20 Tahun dan Pilih Jualan Bakpao

Avatar of Sulsel Times
0
×

Dokter Dong Min Tinggalkan Profesi Setelah 20 Tahun dan Pilih Jualan Bakpao

Sebarkan artikel ini
Dokter Dong Min Tinggalkan Profesi Setelah 20 Tahun dan Pilih Jualan Bakpao
Dokter Dong Min Tinggalkan Profesi Setelah 20 Tahun dan Pilih Jualan Bakpao
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Wuhan, Jumat, 25/09/2026 — Dokter Dong Min meninggalkan profesi medis setelah 20 tahun untuk menjual bakpao kukus di Wuhan demi kesejahteraan mental.

Ringkasnya…
  • Dokter Dong Min meninggalkan profesi medis setelah 20 tahun untuk menjual bakpao kukus di Wuhan
  • Keputusan awalnya mendapat penolakan keluarga karena profesi dokter dianggap terhormat
  • Setelah tiga tahun menjalankan toko bakpao, ia membuka gerai kedua pada Juli lalu
  • Dong mengaku bekerja lebih dari 10 jam sehari tetapi tidak lagi mengalami tekanan psikologis seperti saat masih menjadi dokter
  • Ia lulus Fakultas Kedokteran Universitas Wuhan tahun 1999 dan sebelumnya menjalani karier sebagai dokter kandungan di Shenzhen
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Dong Min, yang dulunya menjalani praktik sebagai dokter kandungan di Shenzhen, kini mengelola toko bakpao kukus di Wuhan dan menyatakan merasa lebih bahagia setelah meninggalkan dunia medis.

Scroll Kebawah
Advertisement

Menurut Dong, saat masih menjadi dokter, pikiran untuk berhenti sering terlintas di benaknya. “Saat masih menjadi dokter, pikiran untuk berhenti sering terlintas di benak saya. Sekarang, mengelola toko bakpao membuat saya sibuk dan lelah, tetapi saya sangat bahagia sehingga saya tidak bisa berhenti,” kata Dong dilansir dari SCMP.

Peralihan dari Medis ke Kuliner

Ketertarikan terhadap bisnis bakpao muncul pada 2023 setelah mendapat inspirasi dari seorang teman yang keluarganya memiliki usaha serupa. Dong awalnya berinvestasi di sebuah toko bakpao, kemudian belajar sendiri membuat bakpao setelah koki tempatnya mengundurkan diri.

Dukungan Keluarga dan Pertumbuhan Bisnis

Keputusannya sempat ditentang keluarga yang memandang profesi dokter sebagai pekerjaan terhormat. Namun, setelah tiga tahun menjalankan toko pertama, Dong membuka gerai kedua pada Juli lalu dan mendapatkan dukungan dari ibu serta saudara laki-laki yang sesekali membantu di toko.

Selain membuka gerai kedua, Dong mengaku bekerja lebih dari 10 jam sehari setiap hari, tetapi menekan bahwa beban mental yang dihadapi jauh lebih ringan dibandingkan saat masih praktik sebagai dokter.

Dong menambahkan bahwa ia tidak peduli dengan opini orang lain dan hanya ingin menjalani hidup yang dicintai. “Saya hampir berusia 50 tahun dan telah melalui banyak pengalaman. Saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Saya hanya ingin menjalani hidup yang saya cintai dan hidup untuk diri saya sendiri,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, keluarga Dong mulai menerima pilihannya. Ibu dan saudara laki-lakinya bahkan turut memberikan dukungan dengan sesekali membantu di toko.

Kisah Dong menjadi bagian dari tren sejumlah tenaga medis di China yang meninggalkan pekerjaan di rumah sakit untuk menjalani profesi atau usaha lain, seperti seorang dokter laboratorium di Yiwu yang beralih ke warung jajanan kaki lima dengan pendapatan yang lebih tinggi.

Dong meyakini bahwa perubahan karier tidak perlu ditakuti dan tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan. Ia berharap dapat menjalankan toko bakpao sampai tidak mampu bergerak lagi.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *