Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 18/09/2026 — Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo memperluas jejak bisnisnya dari sektor migas hingga telekomunikasi dan teknologi digital.
Perusahaan migas PT Nations Petroleum di bawah Arsari Group menjadi salah satu pemenang lelang enam Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi Tahap I Tahun 2026. Nations Petroleum memenangkan WK Natuna D-Alpha melalui penawaran langsung dengan komitmen pasti tiga tahun pertama sebesar US$ 103.309.000 dan bonus tanda tangan US$ 200.000.
Secara keseluruhan, keenam WK yang dilelang terdiri dari dua blok penawaran langsung, yakni Sapukala dan Natuna D-Alpha, serta empat blok lelang reguler area studi ABT 2025, yaitu Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat. Total nilai komitmen pasti dari keenam WK tersebut mencapai US$ 141,51 juta dengan akumulasi bonus tanda tangan sebesar US$ 1,6 juta.
32 Tahun Berkarier di Sektor Hulu Migas
Hashim menceritakan bahwa keterlibatannya di sektor hulu migas telah dimulai sejak 1994. Ia menyebut telah mengumpulkan pengalaman selama 32 tahun di industri energi, termasuk operasional eksplorasi di berbagai benua.
“Saya selain sebagai pengusaha minyak gas, saya sudah punya usaha minyak gas sejak tahun 1994. Maka saya sudah banyak pengalaman di bidang migas sudah 32 tahun. Dan saya juga mempunyai pengalaman di luar Indonesia,” ujarnya dalam acara The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang, Jumat, 18/09/2026.
Ekspansi bisnis migas milik keluarga Djojohadikusumo tercatat pernah menjangkau wilayah Asia Tengah hingga Amerika Serikat. Hashim merinci sejumlah negara tempat perusahaannya pernah memegang konsesi dan beroperasi secara aktif, mulai dari Kazakhstan, Azerbaijan, hingga wilayah California di Amerika Serikat.
Kunci Sukses dan Ekspansi ke Digital
Melalui pengalaman puluhan tahun tersebut, Hashim menekankan bahwa kunci keberhasilan investasi migas di mana pun berada terletak pada tiga faktor utama, yakni kepastian hukum, stabilitas politik, serta aturan fiskal yang kompetitif. Ia meyakini faktor-faktor ini telah dipahami dengan baik oleh pemerintah Indonesia untuk menarik lebih banyak investor global.
Selain bisnis migas, Arsari Group juga menyasar berbagai sektor strategis di Indonesia, seperti teknologi dan telekomunikasi. Arsari Group tercatat sebagai salah satu pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melalui entitas investasinya, PT Arsari Nusa Investama.
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan bahwa keputusan investasi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Arsari terhadap transformasi digital Indonesia. Aryo menyebut visi Arsari Group sejalan dengan COIN beserta entitas anaknya, PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jejak bisnis Arsari Group juga terlihat di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Melalui PT Arsari Sentra Data, Hashim secara tidak langsung menjadi pemilik perusahaan yang menawarkan layanan periklanan, produk dan layanan digital, serta jaringan serat optik. Arsari Sentra membeli 45 persen saham PT Investasi Sukses Bersama dari Tinawati. Investasi Sukses Bersama tercatat sebagai pengendali WIFI dengan kepemilikan saham sebesar 54,42 persen.
Sebagai informasi, pada 2025 WIFI memenangkan lelang pita frekuensi 1,4 GHz Broadband Wireless Access (BWA) untuk Region 1 yang mencakup Pulau Jawa, Papua, dan Maluku.









