Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 18/09/2026 — PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam berencana mengakuisisi sekitar 30% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Melalui keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama. Perjanjian itu mencakup rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN setara sekitar 30% dari total saham beredar.
Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang disepakati para pihak, sehingga pengalihan saham belum dapat dianggap selesai.
Menanggapi kabar tersebut, saham BYAN ditutup menguat di level Rp11.525 per saham, naik 1,54% atau 175 poin dari penutupan sebelumnya Rp11.350. Sepanjang perdagangan, saham menyentuh level tertinggi Rp11.800 dan terendah Rp11.200. Dengan harga penutupan itu, 10 miliar saham BYAN yang menjadi objek perjanjian bernilai pasar sekitar Rp115,25 triliun.
Beredar rumor sebelumnya bahwa Haji Isam menawarkan US$3 miliar untuk mengambil alih sekitar 62% saham BYAN. Jika menggunakan asumsi kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tawaran itu setara Rp53,1 triliun. Dengan asumsi total saham BYAN 33,33 miliar lembar, harga penawaran secara matematis setara Rp2.500 per saham. Bila dana Rp53,1 triliun digunakan untuk mengakuisisi 30% saham BYAN, harga per saham akan berada di kisaran Rp5.300.
Kekayaan Haji Isam dari Portofolio Saham
Haji Isam memiliki kepemilikan tidak langsung di sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data kepemilikan, ia melalui putrinya Liana Saputri menguasai 76,69% saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), 86,64% saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan 76,91% saham PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melalui PT Dua Samudera.
Dengan harga penutupan kemarin, PGUN berkapitalisasi pasar Rp57,67 triliun (harga saham Rp10.050), JARR Rp38,68 triliun (Rp4.190 per saham), dan TEBE Rp2,53 triliun (Rp1.965 per saham). Berdasarkan proporsi kepemilikan tersebut, nilai saham Haji Isam di PGUN mencapai sekitar Rp44,23 triliun, JARR Rp33,51 triliun, dan TEBE Rp1,95 triliun.
Low Tuck Kwong tercatat sebagai orang terkaya kedua di Indonesia dengan total harta US$16,3 miliar, terpaut tipis dari Prajogo Pangestu di peringkat pertama dengan US$16,4 miliar.
Nilai kepemilikan saham Haji Isam di ketiga emiten tersebut merupakan estimasi nilai pasar yang dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham, bukan total kekayaan bersihnya. Apabila mengacu pada komponen kepemilikan yang disebutkan, total estimasi nilai pasar saham Haji Isam di PGUN, JARR, dan TEBE mencapai sekitar Rp79,69 triliun.













