Bisnis

Asing Borong Saham Tambang Lagi

Avatar of Sulsel Times
0
×

Asing Borong Saham Tambang Lagi

Sebarkan artikel ini
Asing Borong Saham Tambang Lagi
Asing Borong Saham Tambang Lagi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 17/09/2026 — Investor asing terus memborong saham tambang di Bursa Efek Indonesia, dengan BRMS menjadi penerima net buy terbesar sebesar Rp88,5 miliar.

Ringkasnya…
  • Investor asing membeli bersih saham pertambangan melimpah
  • BRMS mencatat net buy Rp88,5 miliar, diikuti ANTM Rp49,9 miliar
  • Lembaga terkait: investor asing dan Bursa Efek Indonesia
  • Perdagangan Rabu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta
  • Minat ini terjadi sementara investor asing secara keseluruhan masih netto penjual di pasar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pembelian bersih (net buy) oleh investor asing pada saham pertambangan terlihat kuat pada perdagangan Rabu. Selain BRMS yang mendominasi, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menempati posisi kedua dengan net buy sebesar Rp49,9 miliar.

Scroll Kebawah
Advertisement

Saham pertambangan lain yang juga mendapat perhatian asing meliputi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp28,7 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp24,4 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp20,2 miliar.

Daftar net buy asing terbesar pada perdagangan Rabu

Berikut urutan sepuluh saham dengan net buy asing tertinggi:

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp88,5 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp49,9 miliar
  3. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) – Rp39,1 miliar
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp28,7 miliar
  5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp24,4 miliar
  6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) – Rp20,2 miliar
  7. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) – Rp19 miliar
  8. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – Rp13,5 miliar
  9. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – Rp10,6 miliar
  10. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) – Rp8,2 miliar

Meskipun demikian, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan net sell di pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Rabu tersebut, saldo netto asing mencapai minus Rp624,72 miliar, menunjukkan bahwa minat ke sektor tambang tidak cukup mengalihkan arus dana asing menjadi netto pembeli secara keseluruhan.

Arus ini menegaskan bahwa minat asing terhadap komoditas pertambangan tetap aktif, meskipun sentimento pasar secara umum masih tekanan jual.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *