Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 03/09/2026 — Bank Mandiri menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,34 persen dari perkiraan sebelumnya 5,2 persen didorong kinerja semester pertama yang solid.
- Proyeksi tumbuh 5,34%
- Sebelumnya 5,2%
- Kinerja semester I 5,45%
- Diah Ayu Yustina Bank Mandiri
- Belanja negara dan investasi jadi motor utama
Revisi tersebut didasarkan pada pencapaian pertumbuhan ekonomi kumulatif 5,45 persen pada semester I-2026 yang menunjukkan daya tahan fundamental domestik.
“Kalau untuk overall year, nowcasting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia ini bisa di atas proyeksi kami sebelumnya di 5,2%,” kata Diah Ayu Yustina, Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Kamis, 03/09/2026.
Belanja Negara dan Investasi Jadi Penopang Utama
Dua motor utama mendorong pertumbuhan kuartal II-2026 adalah belanja pemerintah dan investasi.
Belanja pemerintah tumbuh sekitar 16 persen pada kuartal II-2026 meski melambat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 21 persen.
Akselerasi belanja didorong pelaksanaan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan infrastruktur.
“Belanja pemerintah ini masih sangat ditopang oleh akselerasi atau percepatan belanja terkait dengan program-program prioritas,” kata Diah.
Sementara investasi tumbuh 6,9 persen pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sehingga memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Konsumsi Rumah Tangga Moderasi Musiman
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,1 persen pada kuartal II-2026, lebih rendah dari 5,5 persen pada kuartal I-2026.
Perlambatan ini tidak mengindikasikan pelemahan daya beli serius melainkan faktor musiman Ramadan dan Lebaran pada kuartal pertama yang historis meningkatkan aktivitas belanja.
“Kuartal satu ini adalah periode yang musiman, secara musiman memang konsumsinya tinggi karena ada periode Lebaran,” ujar Diah.
Dengan belanja negara yang ekspansif dan investasi menguat, Bank Mandiri memandang fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.















