Berita

HUT ke-17 KabarMakassar, Upi Asmaradhana: Kami Lahir dari Perjuangan Menghadapi Tekanan

Avatar of Sulsel Times
0
×

HUT ke-17 KabarMakassar, Upi Asmaradhana: Kami Lahir dari Perjuangan Menghadapi Tekanan

Sebarkan artikel ini
HUT ke-17 KabarMakassar, Upi Asmaradhana: Kami Lahir dari Perjuangan Menghadapi Tekanan
HUT ke-17 KabarMakassar, Upi Asmaradhana: Kami Lahir dari Perjuangan Menghadapi Tekanan
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 29/08/2026 — CEO KGI Upi Asmaradhana mengungkap KabarMakassar lahir dari tekanan kasus hukum dan modal pinjaman Rp750 ribu, kini berkembang menjadi jaringan media nasional yang eksis di Jakarta.

Ringkasnya…
  • KabarMakassar genap 17 tahun
  • Lahir dari tekanan kasus hukum 2009
  • Modal awal pinjaman Rp750 ribu
  • Jaringan media tersebar ke sejumlah provinsi
  • Dirayakan di Makassar dengan hadirnya pejabat dan tokoh
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Perayaan ulang tahun ke-17 diselenggarakan di Bikin-Bikin Hub, Nipah Park, Makassar. Upi menceritakan kelahiran media tersebut tak lepas dari masa sulit sejak 2009 ketika ia menghadapi kasus yang berkaitan dengan Krimsus dan Polda.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Setelah itu kami jadi tahan, kuat. Saat itu tidak ada media yang menerima kami bekerja karena semua takut,” kata Upi Asmaradhana, CEO KGI, Sabtu, 29/08/2026.

Awal Mula dari Pinjaman dan Tempat Bersembunyi

Dalam kondisi tertekan, Upi mencari dukungan dari tokoh-tokoh yang dianggap penting. Orang pertama yang didatangi adalah seorang pendeta pimpinan yayasan, yang meminjamkan Rp750.000 menjadi modal awal.

“Akhirnya dipinjamkan Rp750.000 dari kantornya Pak Wili saat itu dan lahirlah KabarMakassar,” ujarnya.

Upi juga mengenang peran Prof. Dr. Aidir Amin Daud, yang saat itu menjabat Ketua KPU Sulsel. Aidir meminjamkan rumahnya di kawasan Pettarani, Makassar, sebagai tempat berlindung.

“Pak Aidil yang meminjamkan rumahnya untuk kami bersembunyi. Karena saat itu Aidil powerful, ketua KPU saat itu, jadi kalau kami ditangkap pasti Pak Aidil jugakan, tapi setidaknya mereka tidak kepikiran kalau kami bersembunyi di sana,” kata Upi.

Dukungan modal dan tempat berlindung itu menjadi fondasi media online yang Upi sebut sebagai salah satu media online pertama di Sulawesi Selatan.

Perluasan ke Jakarta dan Jaringan Nasional

Perjalanan 17 tahun tidak selalu mulus. Upi mengakui pada tahun-tahun awal kantor media berpindah-pindah hampir setiap tahun karena keterbatasan biaya.

Titik balik terjadi pada tahun ke-10 ketika KabarMakassar memutuskan memperluas sayap ke Jakarta. Ekspansi itu mengubah orientasi media dari basis Makassar menuju jaringan nasional.

“Tahun ke-10 kami memberanikan diri ke Jakarta,” ujar Upi singkat.

Saat ini jaringan Kabar Group telah berkembang dengan kantor dan jaringan media di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Solo, Jakarta, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa Barat.

“Jadi KabarMakassar sudah beranak pinak. Sekarang punya jaringan di Indonesia. Satu-satunya media dari daerah yang eksis di Jakarta,” tegasnya.

Perayaan HUT ke-17 dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang diwakili Asisten I Dr. H. M. Ishak Iskandar, Walikota Makassar Munafri Arifuddin yang diwakili Kadis Kominfo M Roem, Anggota Komisi I DPR RI Syamsul Rizal, Prof. Drs. Suwardi Annas, Komisaris PT Telkom Akses Dr. Arry Abdi Syalman, Prof. Dr. Aidir Amin Daud, Anggota DPRD Sulsel Firmina Tallulembang, dan Ketua KPI Muhammad Hasrul Hasan. Hadir pula Produser Film Ichwan Persada, Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam yang diwakili Kadispar Drs. H. Andi Ahmad Saransi, serta NGO Kamaruddin Azis.

Upi menegaskan keberadaan Kabar Group hari ini tidak terlepas dari sejarah perjuangan yang bermula dari Kota Makassar.

“Kabar Group lahir dari Kota Makassar. Pemilik daerah, pemilik KabarMakassar, makanya acara ini harus dibuat di Makassar,” tukasnya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *