Berita

Mengenang Malam 29 Agustus 2024, Dua Gedung DPRD di Makassar Dilalap Api

Avatar of Sulsel Times
0
×

Mengenang Malam 29 Agustus 2024, Dua Gedung DPRD di Makassar Dilalap Api

Sebarkan artikel ini
Mengenang Malam 29 Agustus 2024, Dua Gedung DPRD di Makassar Dilalap Api
Mengenang Malam 29 Agustus 2024, Dua Gedung DPRD di Makassar Dilalap Api
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 27/08/2026 — Dua gedung DPRD di Makassar terbakar dalam kerusuhan demonstrasi 29 Agustus 2024 yang menewaskan empat orang dan merugikan ratusan miliar rupiah.

Ringkasnya…
  • Dua gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel terbakar pada 29 Agustus 2024
  • Empat orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka
  • Kerugian material tercatat mencapai Rp323,4 miliar serta hilangnya arsip vital
  • Kerusuhan dipicu demonstrasi penolakan revisi UU Pilkada
  • Polda Sulsel mengamankan 10 tersangka terkait kerusuhan di Makassar
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Dua tahun telah berlalu sejak malam 29 Agustus 2024, namun kenangan tragedi itu tetap terukir dalam perjalanan pemerintahan Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan. Kerusuhan yang berawal dari demonstrasi penolakan revisi UU Pilkada melahap Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani dan Gedung DPRD Provinsi Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kronologi Malam 29 Agustus 2024

Malam itu rapat paripurna pembahasan APBD Perubahan 2025 berlangsung di Gedung DPRD Kota Makassar. Wali Kota Munafri Arifuddin, pimpinan dewan, anggota, pejabat Pemkot, hingga jajaran BUMD hadir di ruang rapat. Di luar gedung, massa demonstrasi bergerak dan situasi semakin tegang.

Massa menerobos masuk ke halaman DPRD. Kericuhan pecah. Kendaraan roda dua dan roda empat milik camat, pejabat, serta anggota DPRD dibakar. Api menjalar ke gedung. Peserta rapat dievakuasi berburu jalan keluar. Wali Kota Munafri Arifuddin dan pejabat keluar melalui pintu belakang menggunakan sepeda motor.

“Massa menduduki kantor DPRD Makassar malam ini, saat kami sedang rapat paripurna. Mereka membakar bagian gedung serta kendaraan di halaman,” kata Anwar Faruq, Wakil Ketua II DPRD Makassar, Kamis, 27/08/2026.

Saat situasi di DPRD Kota belum reda, dini hari massa bergerak ke Gedung DPRD Provinsi Sulsel. Pos jaga dilempari batu. Bom molotov dilemparkan. Kedua gedung DPRD sama-sama menjadi korban kebakaran.

Empat Korban Jiwa

Berdasarkan data BPBD Kota Makassar, empat orang meninggal dunia. Keempatnya bukan sekadar angka. Sarinawati, 26 tahun, staf anggota DPRD, meninggal di perjalanan rujukan ke RS Bhayangkara. Syaiful, 43 tahun, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, meninggal di RS Grestelina. Muhammad Akbar Basri, fotografer sekaligus staf protokol DPRD, meninggal di lokasi terjebak api. Budi Haryadi S., 30 tahun, anggota Satpol PP, meninggal setelah melompat dari lantai atas.

Sejumlah orang lain luka-luka. Heriyanto, 28 tahun, luka berat melompat dari lantai tiga. Sahabuddin, 45 tahun, nyeri pinggul melompat dari lantai dua. Arif Rahman Hakim, 28 tahun, dan Agung Setiawan, 32 tahun, juga dirawat.

Kerugian Material dan Arsip Hilang

Pagi keesokan harinya, gedung DPRD Kota berubah jadi puing. Warga berdatangan, ada yang merekam, ada yang mengambil sisa besi dan onderdil kendaraan hangus. “Tembaganya (mobil) mau dijual kesempatan ambil. Dijual masih bisa ditimbang,” kata seorang warga, Kamis, 27/08/2026.

Inventarisasi kerugian terus bertambah. Sekretaris Dewan DPRD Makassar Andi Rahmat Mappatoba menyebut kerugian mobiler dan elektronik mencapai Rp70 miliar. “Itu Rp70 miliar, khusus untuk barang elektronik dan mobiler yang ada di dalam kantor DPRD Makassar,” kata Andi Rahmat Mappatoba, Sekretaris Dewan DPRD Makassar, Kamis, 27/08/2026.

Kepala BPBD Kota Makassar Fadli Tahar menilai kerugian gedung dan kendaraan Rp253,4 miliar. “Kerugian Rp253,4 miliar itu nilai gedung dan kendaraan. Sekarang ada tambahan data internal dari Sekwan untuk mobiler dan elektronik Rp70 miliar. Jadi nilainya bisa lebih besar,” kata Fadli Tahar, Kepala BPBD Kota Makassar, Kamis, 27/08/2026. Total teridentifikasi sekitar Rp323,4 miliar.

Lebih dari uang, arsip vital hilang. SPJ, daftar hadir, tanda tangan, dokumen pertanggungjawaban administrasi yang belum sempat didigitalisasi terbakar. “Susah kita inventarisasi karena arsipnya sudah terbakar dan bentuknya tidak bisa dikenali. Ada beberapa yang belum kita scan, jadi datanya masih kosong,” kata Andi Rahmat Mappatoba, Sekretaris Dewan DPRD Makassar, Kamis, 27/08/2026. Pihak DPRD berkoordinasi dengan Inspektorat untuk penyelamatan arsip.

Dampak pada Aktivitas Kedewanan

BPBD mencatat lima staf dan pejabat menjalani konseling trauma healing. Aktivitas legislatif terpaksa dialihkan. Rapat daring via Zoom dan kerja dari rumah jabatan jadi solusi sementara. Sekitar sebulan kemudian, DPRD Sulsel pindah ke Gedung Bina Marga Jalan AP Pettarani, DPRD Kota ke gedung sementara di Hertasning.

Proses Hukum dan Pemulihan

Polda Sulsel mengamankan 10 orang dugaan terlibat kerusuhan di Makassar dan 2 orang terkait kerusuhan DPRD Kota Palopo. Total 12 orang diamankan. “Iya intinya 10 orang kerusuhan di Makasar,” kata Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulsel, Kamis, 27/08/2026. Penyidik masih mengembangkan pemeriksaan. “Kami masih terus melakukan upaya-upaya yang akan dikembangkan,” kata Setiadi Sulaksono, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kamis, 27/08/2026.

Kini gedung utama DPRD Kota Makassar telah dirobohkan dan akan dibangun kembali via APBN Kemen PU. DPRD Sulsel dalam tahap lelang. Aktivitas kedewanan berjalan di ruang sayap gedung yang tersisa untuk menghemat anggaran sewa. Malam 29 Agustus 2024 tetap jadi tragedi, duka, sekaligus pengingat bagi Makassar.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *