Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 19/08/2026 — FTSE Russell menunda penyesuaian ulang indeks untuk Indonesia hingga tinjauan September 2026 dan berencana menghapus saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC).
- FTSE Russell tunda penyesuaian ulang indeks RI hingga review September 2026
- Saham berstatus HSC akan dihapus dari indeks
- Penyedia indeks milik LSEG memantau langkah OJK soal transparansi
- Keputusan final akan diumumkan sebelum review September
- Pasar modal Indonesia mendapat waktu observasi lebih panjang
Penyedia indeks milik London Stock Exchange Group (LSEG) mengumumkan penundaan penuh untuk penyesuaian ulang indeks, peningkatan free float, serta penambahan saham tercatat baru. Keputusan itu diambil untuk memberikan waktu observasi dan pemantauan yang lebih panjang.
Dalam pengumumannya, FTSE Russell mengakui terus memantau perkembangan pasar dan menjaga komunikasi dengan pemangku kepentingan. Penyedia indeks tersebut menilai otoritas pasar Indonesia telah menerapkan langkah-langkah memperkuat transparansi.
Langkah tersebut meliputi penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, publikasi daftar Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), serta penyempurnaan pelaporan klasifikasi investor.
Ancaman Penghapusan Saham HSC
FTSE Russell menegaskan akan menghapus saham yang berstatus HSC dari indeksnya. Penghapusan mengikuti pedoman Pembatasan Free Float yang berlaku.
“Sesuai dengan pedoman Pembatasan Free Float FTSE Russell, jika suatu perusahaan menjadi subjek pemberitahuan peringatan konsentrasi kepemilikan saham tinggi dari otoritas regulator, yang menyatakan bahwa saham yang tercatat dikuasai oleh sejumlah kecil pemegang saham, efek tersebut akan dihapus dari indeks pada tinjauan indeks berikutnya,” kata FTSE Russell dalam pengumumannya, Rabu, 19/08/2026.
Evaluasi Lanjut Sebelum September
Penyedia indeks tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar di Indonesia secara cermat. Komunikasi dengan otoritas pasar setempat pun akan dijaga.
Keputusan lebih lanjut mengenai perlakuan indeks, termasuk potensi dimulainya kembali pemeringkatan ulang secara penuh, akan dipertimbangkan sebelum tinjauan indeks bulan September 2026. Hasil keputusan akan disampaikan pada waktunya.







