Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 14/08/2026 — Nilai tukar rupiah berbalik menguat ke level Rp17.835 per dolar AS menjelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR.
- Rupiah menguat 0,14% ke Rp17.835/US$
- Dolar AS melemah akibat data inflasi produsen
- Pidato Kenegaraan Prabowo di Sidang Tahunan MPR
- Pelaku pasar perhatikan asumsi APBN 2027
- Pergerakan rupiah berbalik dari pembukaan melemah
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah terapresiasi 0,14% atau 40 poin dari posisi pembukaan. Mata uang Garuda sempat dibuka melemah 0,08% ke level Rp17.875 per dolar AS namun langsung berbalik ke zona hijau dalam menit-menit awal perdagangan.
Penguatan rupiah didorong sentimen positif menjelang rangkaian Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam agenda tersebut.
Pelemahan Dolar AS Memberi Ruang
Rupiah juga memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,08% ke posisi 99,887. Pelemahan itu terjadi setelah data inflasi produsen AS dirilis dan menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada bulan September mendatang.
Fokus Pasar ke Asumsi APBN 2027
Setelah Pidato Kenegaraan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPR untuk penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya. Pelaku pasar akan mencermati asumsi nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, defisit anggaran, dan strategi pembiayaan pemerintah yang akan diumumkan.











